DPRD DKI Mengaku Belum Terima Raperda Zonasi Wilayah Pesisir

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 04:29 WIB
DPRD DKI Mengaku Belum Terima Raperda Zonasi Wilayah Pesisir Ilustrasi (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengaku sampai saat ini belum menerima draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik malah mempertanyakan kapan Pemprov menyerahkan draf Raperda RZWP3K kepada DPRD DKI.

"Pertanyaanya sederhana, kapan nyerahinnya? Gak ada, belum ada," kata Taufik, di gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (12/6).


Taufik menjelaskan jalur penyerahan draf Raperda diawali dari Pemprov DKI terlebih dahulu menyerahkan Raperda ke Sekretaris DPRD DKI, kemudian akan didistribusikan ke anggota lainnya.

"Diserahkan pada Sekwan, nanti Sekwan akan distribusikan (ke anggota). Biasanya gitu," jelas Taufik.

Taufik juga mengaku sama sekali tidak mengetahui mengenai perkembangan Raperda tersebut, baik RZWP3K serta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKS) yang batal dilakukan atau tidak.

"Apakah dua, atau 1. Saya rasa belum ada tuh," tuturnya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta sudah menyelesaikan dan memberi draf Raperda RZWP3K ke DPRD DKI. Hal ini dikatakan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah.

"RZWP3K sudah siap naskahnya. Tinggal minta anggota dewan untuk dilakukan pembahasan," kata Saefullah di Balai Kota, Jakarta, Kamis (9/5).

Saefullah juga menyampaikan rencana untuk menggabungkan dua raperda soal reklamasi, yakni RZWP3K dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKS) batal dilakukan.

"Kayaknya jalan satu dulu, deh, yang RZWP3K," kata Saefullah.

Sementara itu, Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Pengelolaan Pesisir Marco Kusumawijaya menyampaikan bahwa draf yang dibuat justru akan mengintegrasikan RZWP3K.

"Kami mau integrasikan [RZWP3K] dengan tata ruang seluruh Jakarta," kata Marco di Balai Kota, Jakarta, Kamis (9/5). (sas/eks)