Pansel KPK Temui Tito Karnavian, Bahas Capim dari Unsur Polri

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 14:46 WIB
Pansel KPK Temui Tito Karnavian, Bahas Capim dari Unsur Polri Kapolri Jendral Tito Karnavian. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) Jilid V Yenti Ganarsih mendatangi Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/6). Mereka bertemu dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian guna membahas sekaligus mengundang kandidat dari anggota Polri untuk ikut seleksi capim KPK.

"KPK adalah lembaga penegakan hukum dan pencegahan korupsi. Jadi kami mengundang dan memohon kepada Pak Kapolri untuk mengirimkan calon-calonnya mendaftar sebagai calon komisioner KPK," kata Yenti di Mabes Polri.

Yenti juga mengatakan pihaknya akan meminta bantuan kepolisian untuk menelusuri rekam jejak dari setiap kandidat agar memenuhi kriteria.


"Kami sampaikan bahwa pertama kami nanti akan meminta bantuan tracking," ungkap Yenti.

Menanggapi hal itu, Tito mengatakan pihaknya akan mengirimkan anggota terbaiknya terutama perwira tinggi yang layak untuk mengikuti seleksi calon komisioner KPK.

Menurut Tito, beberapa pimpinan KPK di masa lalu dan kini berasal dari Polri. Sebut saja Taufiequrachman Ruki dan Basaria Panjaitan.

Meski begitu, bukan berarti anggota Polri mudah untuk menjadi kandidat komisioner KPK. Bagi Tito, salah satu kriteria adalah rekam jejak dan kemampuan bidang dari setiap kandidat.

"Salah satu kriterianya yang penting adalah track record, track recordnya baik, kemudian memiliki kemampuan di bidang reserse terutama dalam penanganan kasus-kasus korupsi, sehat jasmani rohani," ujar dia.

Tito pun berharap, ada anggota Polri yang nantinya ikut seleksi dan lolos kemudian terpilih menjadi komisioner KPK. Sebab dengan begitu akan mempermudah sinergi KPK dengan kepolisian yang memiliki banyak jaringan secara nasional dan elemen penanganan korupsi.

Tentu hal juga dapat mempermudah pencehahan dan pengungkapan kasus korupsi dengan skala yang lebih besar.

"Kalau seandainya dari Polri bisa terpilih akan mempermudah sinergi dengan kepolisian. Karena Polri juga memiliki jaringan nasional dan juga ada elemen-elemen penanganan pemberantasan korupsi. Dirtipikor Mabes di Polda. Polda juga ada kasubdit Tipikor, di Polres juga ada sub tipikor," imbuhnya.

Sebagai informasi Pansel Capim KPK sejauh ini sudah mendatangi KPK dan Kejaksaan Agung RI untuk duduk bersama membahas proses pencarian capim.

Diketahui masa pendaftaran Capim KPK akan berlangsung pada 17 Juni 2019 hingga 4 Juli 2019. Pansel akan bekerja untuk mencari dan mendapatkan lima pimpinan KPK periode 2019-2023.

[Gambas:Video CNN] (ani/osc)