Akui Sulit Menang, BPN Usul Presiden Jabat Satu Periode

CNN Indonesia | Sabtu, 15/06/2019 18:18 WIB
Akui Sulit Menang, BPN Usul Presiden Jabat Satu Periode Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, mengusulkan presiden menjabat hanya satu periode dengan masa jabatan tujuh tahun. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso mengusulkan presiden menjabat hanya satu periode dengan masa jabatan tujuh tahun.

Priyo mengatakan jika presiden menjabat dua kali seperti saat ini, ia menyebut berpotensi terjadi penyalahgunaan wewenang.

"Ke depan apa perlu ya untuk petahana ini, cukup sekali tapi tujuh tahun, misalkan. Sebab kalau dua periode ini wah ini memang sehebat apapun lawan ya modar juga, artinya dia berat maksudnya," kata Priyo dalam diskusi Polemik di d'Consulate, Jakarta, Sabtu (15/6).


Priyo mengakui saat ini sulit mengalahkan Jokowi sebagai petahana. Ia menuding Jokowi memanfaatkan aparat untuk memastikan periode pemerintahan.

Ia juga menyebut bukan hal yang mudah membuktikan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif di Mahkamah Konstitusi (MK) karena terbatas dengan aturan hukum di Indonesia saat ini.

Sekjen Partai Berkarya tersebut berharap tak ada lagi calon presiden petahana di masa mendatang. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.

"Memang untuk head to head dengan incumbent ini ya bukan pekerjaan mudah. Kita ingin pemilu siapapun yang maju mestinya harus terjamin suasana yang jujur dan adil," ujarnya.

Tudingan Jokowi mengerahkan aparatur negara untuk memenangi Pilpres 2019 juga jadi poin dalam gugatan Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan itu telah dibacakan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi dalam sidang pendahuluan, Jumat (14/6). Sidang akan dilanjutkan Selasa (18/6), dengan agenda mendengar jawaban KPU, Jokowi-Ma'ruf, dan Bawaslu atas gugatan Prabowo-Sandi.

[Gambas:Video CNN] (dhf/lav)