Megawati Tetap Ketum, PDIP Kaji Opsi Bentuk Ketua Harian

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 13:36 WIB
Megawati Tetap Ketum, PDIP Kaji Opsi Bentuk Ketua Harian Pramono Anung menyebut ada wacana pembentukan posisi Ketua Harian di PDIP. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus senior PDI Perjuangan, Pramono Anung menyatakan partainya sedang mewacanakan untuk menambah posisi baru dalam struktur di DPP PDIP, Ketua Harian, dalam gelaran Kongres V PDIP yang akan digelar di Bali pada Agustus 2019 mendatang.

Ia menyatakan PDIP sepenuhnya telah menyerahkan kepada seluruh peserta kongres untuk meminta pendapatnya terkait jabatan baru tersebut.

"Memang ada wacana apakah nanti ada ketua harian atau maupun wakil ketua umum, mekanisme ini diserahkan sepenuhnya ke dalam kongres," kata Pramono saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Selasa (18/6).


Lebih lanjut, Pramono mengatakan sudah ada beberapa kandidat nama yang akan mengisi posisi ketua harian tersebut. Meski begitu Pram, sapaan akrabnya, enggan membeberkan nama-nama yang berpotensi mengisi jabatan ketua harian tersebut.


"Ya ada beberapa nama. Ya pokoknya ada nama-nama," kata Pram.

Lebih lanjut, Pram menjelaskan posisi baru dalam struktur DPP PDIP itu tentu akan merevisi sedikit Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.

Ia mengatakan hal tersebut sudah wajar dalam dinamika sebuah partai politik dalam menghadapi perkembangan zaman.

"Kan AD/ART akan diputuskan di dalam kongres partai. Dan itu hanya keputusan kecil kalau mau ada ketua harian maupun wakil ketua umum," kata Pram.

Disisi lain, Pram mengatakan kemungkinan besar Megawati Soekarnoputri akan dipilih kembali sebagai ketua umum pada kongres V mendatang.

Ia menrgaskan PDIP dibawah kendali Megawati dianggap bisa berprestasi untuk meraih kemenangan dalam kontestasi pemilihan umum, baik Pilpres maupun Pileg.

"Karena memang Bu Mega sebagai pemersatu dari partai yg mempunyai ideologi sehingga memang dengan demikian kenapa sampai hari ini dan tentunya dalam kongres nanti kemungkinan besar Bu Mega akan diminta bersedia untuk dipilih kembali menjadi ketua umum," kata Pram.

(rzr/ain)