Roy Suryo Maafkan Penggugat Sengketa Aset Negara

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 22:30 WIB
Roy Suryo Maafkan Penggugat Sengketa Aset Negara Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Kabinet Indonesia Bersatu II, Roy Suryo. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Kabinet Indonesia Bersatu II, Roy Suryo, memaafkan semua pihak yang menuduh dirinya dalam perkara perdata 3.326 aset negara. Dia pun tak akan menggugat balik para pihak tersebut.

Roy menyampaikan hal tersebut dalam akun Twitter pribadinya @KRMTRoySuryo2 pada Selasa (18/6). Dia mengatakan daripada hanya menjadi opini sesat atau hoaks, maka kasus tersebut harus diputuskan di pengadilan. Perkara tersebut kini telah inkracht.


"Meski saya benar-benar telah menjadi korban (yang sangat keji), namun saya memaafkan semua pihak yang terlibat termasuk para pem-bully. Ingatkan, Gusti Allah SWT tidak sare," kata Roy dikutip dari akun Twitter miliknya.

"Tweeps, masih ingat apa-apa yang pernah "dituduhkan" tahun lalu soal 3.226 Barang2 yg (katanya) masih "terbawa" oleh saya waktu itu? PN Jakarta Selatan melalui Putusan No 411/Pdt.G/2019/PNJkt.Sel telah Membuat Keputusan Pencabutan Perkara tsb dan Kemenpora harus membayar biaya perkara," katanya.




Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan permohonan penggugat atas nama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk mencabut perkara perdata berupa sengketa 3.326 aset milik negara.


Keputusan itu tertuang dalam berkas salinan copy resmi putusan perkara perdana nomor 441/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Sel yang dikeluarkan pada 29 Mei 2019.

PN Jakarta Selatan mengeluarkan tiga ketetapan, yakni mengabulkan permohonan penggugat untuk mencabut perkara, memerintahkan Kepaniteraan Perdata Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mencatat dan mencoret perkara tersebut dalam Register perkara, serta menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp614 ribu kepada negara.

Ketetapan tersebut dilakukan dalam rapat musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (28/5) oleh Achmad Guntur sebagai Hakim Ketua, Dedy Hermawan dan Sudjarwanto masing-masing sebagai Hakim Anggota.

Roy mengatakan dengan ketetapan tersebut dirinya tidak lagi bersengketa atas ribuan barang negara yang dituduhkan telah dibawa olehnya saat lengser dari jabatan menteri.

(pmg)