Singgung Kematian KPPS, Tim Prabowo Minta MK Tunda Sidang

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 02:59 WIB
Singgung Kematian KPPS, Tim Prabowo Minta MK Tunda Sidang Ketua tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim kuasa hukum Paslon 02 Prabowo-Sandi meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menunda sidang sengketa Pilpres 2019. Sebab sidang masih berjalan meski sudah berganti hari.

Kuasa hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah, mengungkit kasus kematian Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saat meminta MK menunda sidang.

"Kita sudah melihat, sudah disampaikan teman-teman dinas kesehatan, KPU juga membenarkan, ada tujuh ratus orang KPPS meninggal karena kelelahan," kata Nasrullah dalam sidang di Gedung MK, Jakarta, Kamis (20/6) dini hari.


Pernyataan Nasrullah sontak memicu protes dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kuasa hukum KPU, Ali Nurdin, menyatakan keberatan atas pernyataan Nasrullah.


"Keberatan Yang Mulia, keberatan itu dikait-kaitkan," ucap Ali.

Nasrullah langsung menjawab keberatan Ali. Ia menjelaskan Paslon 02 meminta rehat sidang untuk mencegah kelelahan seperti yang dialami KPPS meninggal dunia.

Ketua Majelis Hakim Anwar Usman menengahi perdebatan dua kubu. Ia berkata MK telah menangkap maksud Paslon 02 untuk meminta penundaan sidang.


Hal serupa sebenarnya juga sudah diminta tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf. Namun tidak diterima MK karena keterbatasan waktu sidang sengketa Pilpres 2019.

Hakim Anwar pun memberi kesempatan bagi KPU dan Jokowi-Ma'ruf untuk menanggapi. Setelah itu, ia memutuskan untuk menolak permohonan.

"Kalau begitu ya kita teruskan," kata dia.

Seperti diketahui, dalam Pilpres 2019 ada kejadian KPPS meninggal dunia saat bertugas. Hingga 16 Mei 2019, KPU menyebut 486 orang petugas meninggal dunia, sedangkan 4.849 orang sakit.


[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)