Yusril: Bukti Wow yang Dibilang Pak BW Tak Ada Apa-apanya

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 14:55 WIB
Yusril: Bukti Wow yang Dibilang Pak BW Tak Ada Apa-apanya Ketua tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril sindir saksi Prabowo-Sandi di MK tidak ada yang mampu buktikan kecurangan pilpres 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua tim hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menyebut bukti-bukti yang dibawa tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak ada apa-apanya. Padahal menurut Yusril, sebelumnya Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto menyebut bukti yang dihadirkan bakal wow atau mencengangkan.

"Ternyata bukti yang wow dibilang Pak Bambang Widjojanto itu tidak ada apa-apanya. Jadi bukti saksi, ahli, surat itu menurut analisis saya tidak ada satu pun yang bisa membenarkan atau membuktikan," kata Yusril di Gedung MK, Jakarta, Kamis (20/6).

Karena itu tim hukum Jokowi-Maruf menurutnya tidak akan menghadirkan saksi pada sidang lanjutan besok. Yusril menyatakan hanya akan menghadirkan satu ahli. 


"Sekarang kalau mereka sudah tidak bisa membuktikan tuduhannya, untuk apa kami menghadirkan saksi lagi," ujar Yusril.


Yusril menegaskan kegagalan pembuktian dakwaan itu terlihat dari adanya beberapa dokumen yang dijadikan alat bukti Prabowo-Sandi namun tidak mampu diperlihatkan dan tidak tersusun dengan rapih.

Selain itu, Yusril mengatakan seluruh saksi yang dihadrikan oleh Prabowo-Sandi juga tidak dapat membuktikan bahwa terjadi kecurangan dan pelanggaran pemilu secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Ia mencontohkan salah satu saksi Prabowo-Sandi asal Kalimantan Selatan hanya menerangkan apa yang terjadi di daerahnya. Yusril juga menyindir saksi dari Kabupaten Batubara yang gagal membuktikan kecurangan pemilu TSM karena tidak mengetahui oknum polisi yang diduga mengarahkan masyarakat untuk memberikan dukungan pilpres 2019.

"Jadi mereka tidak bisa membuktikan kecurangan pemilu yang TSM," ujarnya.


Di sisi lain, Yusril juga menyinggung saksi ahli yang dihadirkan Prabowo-Sandi, yakni Jaswar Koto. Ia berkata keterangan Jaswar seolah-olah bisa membatalkan hasil Pilpres 2019. Padahal, ia menilai presentasi temuan Jaswar tidak meyakinkan.

"Dia tidak paham sama sekali tentang IT pemilu, aturan pemilu, dan menggunakan IT yang sebeanrnya diragukan olehnya sendiri," ujar Yusril.

Hal lain yang dipersoalkan dari Jaswar, kata Yusril, terkait dengan pemilih hantu dan DPT siluman. Ia menyebut Jaswar sama sekali tidak bisa membedakan.

"Tapi yang paling penting untuk dicatat bahwa Pak Prabowo ini tiga kali mengumumkan kemenangan di Jalan Kertanegara, Hotel Sahid, dan Pak Rizal Ramli yang mengumumkan. Tapi yang dibawa ke MK itu ada hitung-hitungan sendiri. Dari mana hitungan itu, ternyata hitungan dari IT ini," ujarnya.


Lebih dari itu, ia mempersoalkan kewenangan Jaswar untuk melakukan audit forensik terhadap hasil pemilu yang dilaksanakan KPU. Ia menyebut audit forensik tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.

"Ini orang tidak jelas ujug-ujug datang dari Jepang, datang dari Malaysia ke sini kok mengklaim bisa melakukan audit forensik terhadap hasil pemilu yang dilakukan KPU. Ketika saya tanya Bapak (Jaswar) miliki otoritas tidak? Tidak memiliki. Kalau tidak memiliki otoritas buat apa dipresentasikan di MK," ujar Yusril.

Sebelumnya, Bambang Widjojanto mengklaim tim Prabowo-Sandi akan menghadirkan saksi-saksi yang wow atau mencengangkan di sidang sengketa pilpres 2019 di MK.

[Gambas:Video CNN] (jps/DAL)