Mendagri Lapor DPR Dana Parpol untuk 2020 Kurang Rp4,4 Miliar

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 22:39 WIB
Mendagri Lapor DPR Dana Parpol untuk 2020 Kurang Rp4,4 Miliar Mendagri Tjahjo Kumolo. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melaporkan kepada Komisi II DPR bahwa alokasi dana untuk partai politik pada 2020 diperkirakan mengalami kekurangan sebesar Rp4,4 miliar.

Menurutnya, kekurangan itu terjadi lantaran penghitungan alokasi dana parpol dari pagu indikatif Kemendagri di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yang dilakukan saat ini masih menggunakan hitungan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.


"Total pagu indikatif [Kemendagri] sebesar Rp245,7 miliar termasuk alokasinya separuhnya [Rp121,9 miliar] untuk bantuan keuangan parpol yang masih diperhitungkan alokasinya Rp1.000 per suara. Ini masih mengacu pada jumlah suara sah hasil Pemilu 2014," kata Tjahjo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (20/6).


Dia melanjutkan, kekurangan alokasi dana parpol itu terjadi bila hasil Pemilu 2019 sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 21 Mei lalu tidak mengalami perubahan.

Menurutnya, berdasarkan hitungan KPU, jumlah suara sah di Pemilu 2019 berada di angka 126.376.418.


"Apabila jumlah suara sah hasil Pemilu 2019 untuk DPR RI yang telah ditetapkan dalam keputusan KPU tertanggal 21 Mei tidak mengalami perubahan, maka alokasi pagu indikatif bantuan keuangan parpol akan kekurangan mencapai Rp4 miliar," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi II Herman Khaeron berkata total anggaran yang dialokasikan untuk dana parpol akan disesuaikan di Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Dia menegaskan pengalokasian dana parpol untuk 2020 akan mengacu pada hasil Pemilu 2019.

"Artinya itu masih kekurangan. Jika nanti suara sahnya bertambah. Itu masih dihitung 120 juta pemilih mengacu ke 2014. Kalau sekarang 160 juta pemilih [artinya] masih ada kekurangan anggaran," ujar Herman.


[Gambas:Video CNN] (mts/pmg)