Salah satu remaja itu bernama Diky. Kausnya lusuh. Pun dengan sarungnya, tampak dekil seperti sudah dipakai untuk tidur di emperan jalan.
Usia Diky menginjak 19 tahun. Matanya agak memerah seperti kurang tidur. Sebatang rokok yang dibeli ketengan terselip di tangannya. Sesekali, Diky menyeruput kopi untuk menghilangkan kantuk yang tersisa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menyuarakan tuntutan pembebasan Bahar saat aksi siang tadi. Saat ini, Bahar masih menjalani sidang kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja. Dia dituntut hukuman enam tahun penjara.
Diky mengaku datang dari Serang, Banten dengan menumpang mobil bak terbuka. Berkali-kali dia berganti tumpangan.
Apabila mobil yang ditumpanginya tak sesuai dengan arah yang dituju, Diky dan kawan-kawan turun, lalu menumpang mobil lain. Begitu saja seterusnya hingga tiba di Tangerang.
Bahar bin Smith. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga) |
"Kita BM (bonceng mobil) saja. Ganti-ganti terus, sampai di sini Selasa siang," ucap Diky.
Diusir dari Istiqlal
Sesampainya di Jakarta, Diky dan kawan kawan sempat berkeliling sekitar Monumen Nasional. Menghabiskan waktu hingga matahari terbenam, kemudian bertolak ke Masjid Istiqlal untuk menunaikan salat maghrib.
Tetapi rencana menginap di Istiqlal gagal terlaksana. Di hampir setengah malam Diky dan kawan-kawannya diminta keluar dari masjid.
Pengurus bilang masjid akan ditutup. Diky tidak bisa melawan.
Dia terpaksa tidur di emperan jalan sekitar Istiqlal. Beralaskan trotoar beratapkan langit. Beruntung, cuaca sedang bagus dan tidak hujan. "Itu jam 10 malam. Katanya masjid mau ditutup. Kita jadinya tidur di emperan jalan," kata Diky.
"Sebetulnya boleh saja tidur. Tapi yang enggak boleh yang di karpet saja. Takut ngiler. Tapi di bagian lain boleh. Di bagian lain juga ada yang tidak boleh sebagian karena ada renovasi. Tapi intinya boleh asal tidak di karpet," kata Abu.
Diky mengaku tidak akan lama berada di Jakarta. Dia dan kawan-kawan pulang ke Serang dan Tangerang pada Rabu (26/6) sore. Diky juga tidak tahu apakah bakal kembali ke Jakarta saat Mahkamah Konstitusi membacakan putusan sengketa Pilpres 2019 pada Kamis (27/6).
"Soalnya ada haul. Jadi kita harus pulang sore nanti," kata Diky.
[Gambas:Video CNN] (bmw/wis)
Bahar bin Smith. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)