Massa Aksi Tahlil 266 Minta Bahar Smith Dibebaskan

CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 11:49 WIB
Massa Aksi Tahlil 266 Minta Bahar Smith Dibebaskan Massa aksi tahlil akbar 266 yang terdiri dari anak-anak dan remaja meminta Bahar bin Smith dibebaskan. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Massa aksi tahlil akbar 266 yang terdiri dari anak-anak dan remaja meminta Bahar bin Smith dibebaskan dari segala tuntutan hukum. Mereka membentangkan spanduk merah bergambar wajah Bahar bin Smith dan tulisan 'Keluarga Besar Pasirandu-Bitung Tangerang'.

"Pak Polisi, Pak Polisi, Bebaskan guru kami, Habib Bahar," pekik mereka.

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Cibinong, Bogor, sebelumnya menuntut Bahar dengan hukuman pidana 6 tahun penjara dalam kasus penganiayaan terhadap anak. Jaksa meyakini Bahar terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap dua remaja yakni CAJ (18) dan MKU (17).


Selain itu, massa juga menyindir kepolisian yang sedang berjaga di lokasi aksi. Mereka meneriakkan yel-yel yang liriknya menyinggung tugas pihak kepolisian.


"Tugasmu melindungi. Tugasmu mengayomi. Pak Polisi, Pak Polisi, jangan ikut kompetisi!" seru mereka.

Aksi Tahlil 266 ini digelar satu hari menjelang sidang pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa hasil Pilpres 2019.

Sejak pagi, massa aksi Tahlil 266 sudah berkumpul di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat. Tampak di tengah-tengah mereka kehadiran mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua.

Pantauan CNNIndonesia.com, para peserta aksi berbusana khas muslim, seperti baju koko, kopiah, maupun jilbab. Mereka melantunkan selawat dan menyanyikan sebuah nyanyian yang liriknya meminta Rizieq Shihab dipulangkan.


Jalan Medan Merdeka Barat sudah ditutup menjelang penyelenggaraan aksi tersebut. Belasan aparat kepolisian berjaga di sekitar kawasan Patung Kuda.

Tepat di depan Kementerian Pertahanan yang tak jauh dari Mahkamah Konstitusi, aparat memasang separator beton. Puluhan aparat juga berjaga ketat. Ditambah mobil penyemprot air dan Barracuda juga diparkir melintang di jalan tersebut.

Sementara Jalan Medan Merdeka Barat arah Harmoni-Patung Kuda tetap bisa dilalui kendaraan bermotor. Lalu lintas pun ramai seperti biasanya.

Sebelumnya, Persaudaraan Alumni 212 dan FPI memang merencanakan Tahlil Akbar 266 di sekitar MK. Sekretaris PA 212 Bernard Abdul Jabbar membenarkan hal tersebut.

Dia mengatakan PA 212 bersama ormas Islam lainnya bermaksud mendoakan 500 anggota KPPS yang meninggal dunia. Tahlil Akbar 266 juga diinisasi oleh PA 212.


[Gambas:Video CNN] (ryn/pmg)