Detasemen Polisi Militer Kodam (Pomdam) II/Sriwijaya menggelar rekonstruksi di tempat kejadian perkara, Penginapan Sahabat Mulia, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, dan diperankan langsung oleh tersangka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Prada DP pernah menyebut bahwa kehamilan Fera dan desakan untuk menikahi korban menyebabkan tersangka membunuh korban.
Menurutnya, motif yang melatarbelakangi pembunuhan disertai tindakan mutilasi tersebut adalah temperamennya yang meledak-ledak. Donald menyebut terjadi perselisihan kecil di antara tersangka dengan korban sebelum pembunuhan terlaksana.
"Temperamen yang bersangkutan tinggi. Dia tidak terima penjelasan korban dan tidak sadar membunuhnya. Dia panik, nekat mutilasi korban. Dari rekonstruksi tadi, terlihat yang bersangkutan kebingungan hingga bolak-balik melakukan adegan. Lengkapnya kita lihat di persidangan nanti," ujar dia.
"Paling lambat minggu depan sudah dilimpahkan. Dan satu minggu kemudian saya minta bisa disidangkan," ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, Prada DP ditangkap di salah satu padepokan di Serang, Banten. DP diketahui menyamarkan identitasnya dengan nama Oji bin Samsuri dengan dalih hendak mendalami ilmu agama.
Prada DP ditangkap usai 1 bulan buron setelah membunuh kekasihnya Fera Oktaria di penginapan Sahabat Mulia, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kamis (10/5) lalu.
[Gambas:Video CNN] (idz/arh)