Hal itu terungkap dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (8/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uang suap itu diberikan secara bertahap melalui Karunia Alexander Muskita dengan rincian US$4 ribu atau setara Rp56.540.000 dan Rp45 juta.
Kantor PT Krakatau Steel, Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Di sisi lain, Tedja juga mengaku berteman dengan terdakwa lainnya, Kurnia Alexander Muskita. Pertemananan itu diakui terjalin sejak 2002 karena kesamaan gereja di Jakarta.
Pada 2009, lanjut Tedja, Alexander memintanya untuk mencari vendor yang berkualitas untuk menggarap proyek di PT Krakatau Steel. Alex disebutnya memiliki hubungan baik dengan PT Krakatau Steel.
Singkat cerita, PT Grand Kartech tbk berhasil memenangi tender dan mendapatkan proyek di PT Krakatau Steel pada 2010. Usai kemenangan itu, Tedja mengaku mendapat Rp200 juta yang diberikan langsung oleh Kenneth. Menurut dia, uang tersebut merupakan ungkapan rasa terima kasih atas bantuan kepada Kenneth.
"Pernah menang tender sekitar tahun 2009-2010. Saya dikasih tahu sama dua duanya (Alex dan Kenneth), dan saat itu saya akan dikasih bagian menang tender. Setelah itu, saya dijanjikan dapat bagian dari keuntungan," jawabnya.
Terdakwa Alexander Muskita. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Saya enggak ingat, mungkin hampir Rp200 (juta) ya; bertahap memang. Saya dapat waktu itu," jawab Tedja.
Selain itu, Kenneth juga disebut menyalurkan uang ratusan juta rupiah kepada Alexander sebagai fee. Hal itu diakui oleh Mantan Asisten Direktur Keuangan PT Grand Kartech Tbk. Venny Rosari yang mengaku pernah diperintah atasannya itu untuk mengirim uang itu.
"Ke Pak Alexander dan lain-lain," imbuhnya.
Senada, kasir pada Bagian Keuangan PT Grand Kartech Tbk. Dadi Sodikin mengaku pernah diperintahkan Kenneth untuk mencairkan uang berupa cek sebesar Rp250 juta untuk diberikan kepada Alexander.
"Tanggal 22 Juni 2018 pernah disuruh mengeluarkan cek uang (oleh Kenneth)," ujar Dadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/7).
KPK menujukkan barang sitaan dari OTT kasus suap Krakatau Steel. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Tender yang didapat PT Grand Kartech tbk pada tahun 2010 bukan merupakan proyek yang membuat Kenneth Sutardja duduk di kursi pesakitan. Kenneth menjadi terdakwa terkait dengan proyek pekerjaan yang dilaksanakan di PT Krakatau Steel dan anak perusahaannya untuk periode 2012-2016.
Masing-masing ialah pekerjaan pengadaan CO2 Observer di PT Krakatau Engineering senilai US$6 juta pada 2012, pekerjaan subkontrak pengadaan Boiler 23 ton per jam di PT Krakatau Steel senilai Rp7 miliar pada 2014-2015, dan pekerjaan pengadaan Boiler 35 ton per jam di PT Krakatau Engineering senilai Rp20 miliar pada 2015-2016.
Atas perbuatannya, Kenneth Sutardja didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
(ryn/arh)
Kantor PT Krakatau Steel, Jakarta. (
Terdakwa Alexander Muskita. (
KPK menujukkan barang sitaan dari OTT kasus suap Krakatau Steel. (