Direktur Eksekutif Amnesty, Usman Hamid, mengatakan pertemuan hari ini merupakan kelanjutan setelah sehari sebelumnya bertemu dengan tim supervisi Mabes Polri.
Usman mengatakan agenda utama pertemuan hari ini membahas aksi kerusuhan yang terjadi pada 21-23 Mei lalu setelah Komisi Pemiilhan Umum (KPU) mengumumkan hasil pemilu 2019. Namun, menurutnya, tak menutup kemungkinan ada persoalan lain yang dibahas dalam pertemuan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama seperti pertemuan kemarin, Usman menyampaikan pihaknya terus mendorong Polri untuk mengusut tuntas aksi kerusuhan tersebut, juga transparasi ke publik.
"Tentu saja tidak boleh lupa apabila ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran hukum juga diproses dengan cara yang sama, dengan cara profesional dan terpercaya," ujar mantan Koordinator KontraS tersebut.
Dalam pertemuan hari ini, lanjutnya, Amnesty juga akan menyampaikan temuan-temuan yang dimiliki terkait dengan aksi 22 Mei itu.
Sementara itu terkait keberadaan tim gabungan untuk kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, Usman mengatakan semua pihak masih menunggu hasil laporan yang akan disampaikan tim tersebut.
"Tentu saja kita menunggu laporan itu, mudah-mudahan pertemuan ini bsa membahas masalah itu sekalian," ucapnya.
Lebih lanjut, Usman berharap nantinya tim gabungan dapat memberikan titik terang dalam pengusutan kasus Novel.
[Gambas:Video CNN] (dis/kid)