Polisi Akan Tambah 81 CCTV Tilang Elektronik

CNN Indonesia | Sabtu, 06/07/2019 05:00 WIB
Ditlantas Polda Metro Jaya akan memasang 81 kamera CCTV tambahan untuk tilang elektronik pada September-Oktober 2019. CCTV untuk tilang elektronik. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan pihaknya akan memasang 81 kamera CCTV tambahan untuk tilang elektronik atau Electronic Trafic Law Enforcement (ETLE) pada September-Oktober 2019.

"Kemudian, 81 kamera rencana akan dipasang antara bulan 9-10 nanti," kata Yusuf saat ditemui di PMJ, Jum'at (5/7).

Yusuf melanjutkan pemasangan kamera tersebut tersebar di beberapa titik. Pertama, di jalur mulai Kota Tua - Gajah Mada, Simpang Harmoni - Jalan Medan Merdeka Barat, sampai dengan arah Blok M.


Kedua, mulai dari Grogol - Bandara Halim melewati Cawang. Kemudian, tahap ketiga dimulai dari Jalan Rasuna Said Kuningan - Mampang. Terakhir, tambah Yusuf, mulai dari Cawang melalui Jalan D.I Panjaitan sampai Cempaka Putih.

"Itu nanti rencana pemasangannya," tutur dia.

Polisi Akan Tambah 81 CCTV Tilang ElektronikFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Ada pun fitur untuk 81 kamera tersebut masih sama dengan 12 kamera yang telah terpasang sebelumnya, yakni mendeteksi pemakaian seat belt (sabuk pengaman), penggunaan telepon genggam oleh pengemudi, nomor pelat ganjil genap, serta batas kecepatan pengemudi.

"Nanti kalau ada fitur terbaru lagi kita akan tambah lagi; bisa itu. Nanti, kita lihat situasi kira-kira yang lebih prioritas karena jumlah pelanggaran kan banyak, tapi kita prioritaskan pelanggaran mana yang kira-kira berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas," ucap Yusuf.

Teruntuk anggaran penambahan 81 kamera tersebut, Yusuf mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menunggu kucuran dana dari pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sementara itu, per 3 Juli 2019 Yusuf menyatakan pihaknya mencatat ada 437 pelanggaran lalu lintas dengan 269 pelanggar prioritas terkait dengan seat belt. Kemudian, nomor ganjil genap, penggunaan telepon genggam oleh pengemudi, dan batas kecepatan pengemudi.

(ryn/arh)