Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah mengatakan jumlah tersebut diketahui dari porsi makanan yang sudah disiapkan oleh Dinas Sosial DKI kepada para pencari suaka.
"Kalau dibawa ke lokasi sekarang ini di Kalideres, kami sudah siapkan 1.100 makanan karena bertambah terus orangnya," kata Irman saat dihubungi, Jumat (12/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irman menduga para pengungsi yang bertambah bukan berasal dari Kebon Sirih yang awalnya hanya berjumlah 250 orang. Meski demikian, Irman mengatakan pemerintah akan tetap melayani mereka sesuai kemampuan.
Proses pemindahan para pencari suaka ke penampungan sementara di gedung bekas Kodim, Kalideres, Jakarta Barat. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Ya, kami enggak bisa antisipasi. Masa orang datang kita tolak. Seharusnya UNHCR yang aktif buat itu karena dia yang tahu pengungsi itu," katanya.
"Kemarin kami tanya ke UNHCR enggak ada [solusi], kemarin ya, lalu bagaimana nih makanya kami koordinasi pusat yaitu Kemensos, dan kami dapat dukungan. Ini menunggu proses," ujarnya.
Para pencari suaka asal Afghanistan hingga Somalia menempati trotoar Jalan Kebon Sirih di pusat Ibu Kota. Mereka menduduki trotoar itu selama dua minggu demi meminta kejelasan nasib kepada UNHCR.
Para pencari suaka merupakan pengungsi asal sejumlah negara yang sedang dalam kondisi perang. Mereka transit di Indonesia sambil menunggu visa dan jadwal keberangkatan ke negara tujuan.
[Gambas:Video CNN] (ctr/pmg)
Proses pemindahan para pencari suaka ke penampungan sementara di gedung bekas Kodim, Kalideres, Jakarta Barat. (CNN Indonesia/Hesti Rika)