Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan sedang mengkaji usulan ini dari sejumlah aspek, salah satunya ekonomi.
Lihat juga:Anies Tolak Sistem Ganjil-Genap Motor |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi bagaimana aspek ekonomi pertumbuhan, sosial seperti apa, bagaimana pengaruh terhadap daily activity terhadap masyarakat. Ini dinilai keseluruhan," jelas dia.
"Setelah pelajari semuanya langkah selanjutnya sesuai amanah Pak Gub (Anies Baswedan), kita harus lakukan akselerasi sesuai dengan janji beliau yang sudah dituangkan dalam RPJMD," ujar dia.
Kendati begitu, Syafrin menyatakan belum menerima lampiran lengkap terkait usulan BPTJ tersebut. Sembari menunggu, Dishub akan melakikan evaluasi tiga bulanan tersebut.
"Kami belum terima lampiran, baru surat. lampiran kajian belum disampaikan itu kami sedang kami mintakan, nanti kita pelajari apakah komperhensif," tutup dia.
Setidaknya, ada dua alasan Bambang mengusulkan ini, yakni pertama soal kemacetan di Ibu Kota dan kedua baru-baru ini mengenai polusi udara yang menyelimuti Ibu Kota.
"Kemudian yang berikutnya adalah kita juga menjadi kota terjelek di dunia dengan polusi nomor 2 dunia terburuk. Nah oleh karena itu apa solusi kita, Kita harus mencari solusi terbaiknya," kata Bambang.
[Gambas:Video CNN] (ctr/arh)