Jika Terpilih, Bamsoet Janji Pulihkan Hak 10 Ketua DPD Golkar

CNN Indonesia | Sabtu, 13/07/2019 05:10 WIB
Jika Terpilih, Bamsoet Janji Pulihkan Hak 10 Ketua DPD Golkar Bamsoet berjanji memulihkan hak keanggotaan 10 Ketua DPD Golkar di Maluku yang dinonaktifkan dari jabatannya setelah mendeklarasikan dukungan padanya. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakorbid Pratama DPP Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) berjanji akan memulihkan hak keanggotaan 10 ketua DPD tingkat II Golkar di Maluku yang dinonaktifkan DPP Partai Golkar dari jabatannya apabila terpilih sebagai ketua umum di ajang musyawarah nasional (Munas) menggantikan Airlangga Hartanto.

Sebelumnya sepuluh Ketua DPD tingkat II Partai Golkar di Maluku yang dinonaktifkan dari jabatannya diduga menyatakan dukungan terhadap pencalonan Bambang Soesatyo sebagai Ketum Golkar.

"Bagi mereka yang menjadi korban, saya minta bersabar. Nanti Insyaallah kalau kita terpilih, yang pertama saya lakukan adalah memulihkan hak-hak mereka," kata Bamsoet di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Jumat (12/7).



Bamsoet pun memastikan bahwa 10 Ketua DPD Golkar itu dicopot dari jabatannya usai mendeklarasikan dukungan kepadanya maju sebagai calon ketum Golkar. Oleh karena itu, Ia mengaku akan bertanggung jawab secara penuh terhadap peristiwa tersebut.

"Makanya saya minta kepada beliau yang di-Plt atau dipecat, kalau memungkinkan bisa berkompromi dengan yang mem-plt-kan atau memecatnya dengan janji mencabut dukungan dengan saya," kata pria yang kini dikenal juga sebagai Ketua DPR tersebut.

Bamsoet mengatakan sikap otoriter dari oknum DPP Partai Golkar yang memecat 10 Ketua DPD itu tak bisa dibiarkan. Ia mengatakan sikap otoriter merupakan musuh bersama bagi Partai Golkar 

"Saya sepakat bahwa sikap otoriter ini, sikap tirani ini, menjadi musuh kita bersama di Partai Golkar," katanya

Lebih lanjut, Bamsoet menilai pemecatan secara sewenang-wenang itu tak menunjukan keteladanan bagi publik. Bahkan, ia mencontohkan sikap Presiden Joko Widodo yang selalu menunjukan sikap demokratisnya kepada semua pihak.

"Masa kita-kita ini tidak bisa menunjukkan sikap demokratis dalam hal yang lebih lingkupnya partai. Yang lingkup nasional saja bisa secara demokratis dan masih menghargai lawan politik," kata Bamsoet.

(rzr/kid)