Jokowi Minta Perwira Muda TNI-Polri Jaga Toleransi Berbangsa

CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019 03:40 WIB
Jokowi Minta Perwira Muda TNI-Polri Jaga Toleransi Berbangsa Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik 781 perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para perwira remaja Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang baru dilantik menjaga toleransi terhadap perbedaan antaranak bangsa. Ia mengingatkan para perwira harus terus menjaga persatuan dalam keberagaman Indonesia

"Saudara harus menjaga Bhineka Tunggal Ika, menjaga toleransi terhadap perbedaan antaranak bangsa," kata Jokowi saat pidato dalam acara Prasetya Perwira TNI dan Pelantikan Perwira Polri, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7).

Jokowi mengatakan tanggung jawab para perwira muda atau perwira pertama dari tiga matra dan polisi tersebut sangat besar. Mantan wali kota Solo itu meminta para perwira pertama ini terus melindungi Pancasila dari gempuran gelombang ideologi-ideologi luar.


"Junjung tinggi kehormatan dan kecintaan sebagai perwira TNI, Polri," ujarnya.

Kepala negara menyebut para perwira remaja TNI dan Polri telah melalui proses penyaringan yang sangat ketat selama menjadi taruna di akademi masing-masing. Mereka, kata Jokowi juga mendapat pendidikan yang berat dan hebat.
"Gemblengan yang membuat ketahanan mental dan fisik saudara menjadi prima. Menjadikan saudara-saudara sebagai putra, putri terbaik bangsa Indonesia," tuturnya.

Jokowi melanjutkan tantangan yang dihadapi bangsa dan negara ke depan semakin berat. Menurutnya, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang cepat. Revolusi industri 4.0 telah melahirkan banyak teknologi baru.

Ia menyatakan teknologi telah mengubah cara-cara hidup masyarakat dunia. Advance robotic dan artificial intelligence telah mempermudah hidup masyarakat di banyak hal, termasuk di dunia kemiliteran dan kepolisian.

Namun, kata Jokowi, di saat bersamaan muncul jenis-jenis kejahatan baru yang menjadi tantangan bersama. Menurutnya, karena tantangan yang sudah sangat berubah maka cara menghadapi tantangan dan masalah juga harus berubah.

"Cara-cara dan model-model lama sudah tidak bisa kita lanjutkan. Tidak ada pilihan lain bahwa kita harus cepat. Kita harus fleksibel. Kita harus cerdik. Kita harus semakin menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.
Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyatakan di dunia militer pasti terjadi perkembangan yang luar biasa dalam strategi, dalam taktik, dalam doktrin dan dalam sistem persenjataan.

Menurutnya, di dunia kepolisian juga harus semakin canggih dalam memberantas kejahatan digital, penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban serta perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat dan rakyat.

"Saudara-saudara harus menjadi bagian penting dari kualitas SDM Indonesia yang hebat untuk membangun Indonesia yang berdaulat dan bermartabat," tuturnya.

Prasetya Perwira TNI dan Polri merupakan ajang pelantikan lulusan pendidikan perwira pertama. Sebanyak 781 perwira yang dilantik. Mereka terdiri dari 259 perwira Akademi Militer (Akmil), 117 perwira Akademi Angkatan Laut (AAL), 99 perwira Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 306 perwira Akademi Kepolisian (Akpol).

Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 53/TNI Tahun 2019 tentang Pengangkatan Taruna-Taruni Akademi TNI menjadi Perwira TNI dan Keputusan Presiden Nomor 54/Polri Tahun 2019 tentang Pengangkatan Taruna-Taruni Kepolisian Menjadi Perwira Kepolisian.
[Gambas:Video CNN] (fra/ain)