Dua Pembobol Kantor Partai Berkarya Dibekuk

CNN Indonesia | Sabtu, 20/07/2019 04:40 WIB
Dua Pembobol Kantor Partai Berkarya Dibekuk Ilustrasi penangkapan. (Istockphoto/BrianAJackson)
Surabaya, CNN Indonesia -- Polisi meringkus dua orang yang diduga melakukan pembobolan dan pencurian kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Berkarya Kota Surabaya, di Jalan Kutisari, Surabaya.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tenggilis Mejoyo AKP Sidik mengatakan kedua pelaku itu bernama Supriyadi dan Ridwan. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing.

"Pelaku sudah kami tangkap, dua yang sudah ditangkap," kata Sidik, saat dikonfirmasi, Jumat (19/7).


Ia menyebut masih ada satu pelaku lain yang belum diamankan pihaknya. Satu orang itulah yang diduga menjadi otak pencurian di Kantor Partai Berkarya.

"Pelakunya tiga, satu orang pelaku utama belum ditangkap," ujar Sidik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua pelaku yang telah diamankan tersebut adalah penjaga kantor DPD Partai Berkarya Kota Surabaya, sendiri. Belum diketahui apa motif pencurian itu.

Sebelumnya, Kantor DPD Partai Berkarya Kota Surabaya, yang berada di Jalan Kutisari, Surabaya, dibobol maling. Sejumlah berkas dan infentaris partai pun raib.

Pantauan di lokasi, Kamis (18/7), pintu kantor bercat kuning tersebut nampak terbuka. Namun, dari luar, terlihat sisi dalam kantor itu tengah dalam kondisi yang gelap, tak ada penerangan apapun.

Ketua DPD Partai Berkarya Kota Surabaya, Usman Hakim mengaku kaget melihat kantornya yang sudah kosong. Ia mengaku datang ke kantor untuk mengambil sejumlah berkas, namun yang ia temuka justru kondisi nahas.

"Kejadiannya itu jam 16.00 WIB sore, pas kebetulan saya ingin ke kantor itu ingin mencari ijazah, karena itu barang-barang ijazah, termasuk buku tabungan semua kan ada di situ, jadi kaget, kok tiba-tiba kosong melompong," kata Usman, ditemui di lokasi.

Ia mengaku ada sejumlah barang yang hilang, di antaranya meja, kursi, laptop, komputer, AC dan kipas angin. Ia mentaksir kerugian yang dialami pihaknya pun mencapai Rp 60 juta - Rp 70 juta.

[Gambas:Video CNN] (frd/arh)