Surya Paloh Bakal Panggil Enggar Terkait Kasus Bowo Sidik

CNN Indonesia | Sabtu, 20/07/2019 04:29 WIB
Surya Paloh Bakal Panggil Enggar Terkait Kasus Bowo Sidik Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bakal memanggil Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito yang juga kader NasDem untuk mengklarifikasi kasus dugaan suap di KPK yang melibatkan politikus Golkar Bowo Sidik Pangarso. Enggar telah tiga kali mangkir pemanggilan saksi dari KPK.

"Saya akan bertanya apa yang sebenarnya. Saya pikir dia yakin, Enggar yang saya kenal gampang (dihubungi)," ujar Surya saat ditemui di Akademi Bela Negara Partai NasDem, Jakarta, Jumat (19/7).

Surya menduga Enggar tengah sibuk hingga tak dapat memenuhi panggilan KPK. Menurutnya, di masa akhir jabatan ini Enggar tengah berupaya merampungkan tugasnya sebagai mendag.


"Barangkali karena kesibukan, kejar target, atau ada pertemuan yang tidak bisa ditunda. Saya tahulah pressure sekarang ini dengan kedudukan dia sebagai mendag dianggap belum bisa memberikan sesuatu yang super signifikan terhadap ekspor kita di negeri ini," katanya.
Surya menegaskan bahwa NasDem terus berkomitmen mendukung pemberantasan korupsi oleh KPK. Ia memastikan kadernya akan selalu memenuhi panggilan jika memang dibutuhkan sebagai saksi.

"Kalau pun ada indikasi macam-macam segala macam kita duluan yang akan kejar. Sejauh ini sih mudah-mudahan saya tidak mendahului, tapi positif thinking saja," katanya.

Enggar diketahui telah tiga kali mangkir dari panggilan KPK. Ia mestinya menjadi saksi bagi tersangka Bowo yang juga anggota DPR RI Komisi VI.

Bowo diduga menerima suap dari petinggi PT Humpuss Transportasi Kimia terkait kerja sama bidang pelayaran menggunakan kapal.

KPK mengendus Bowo juga menerima uang di luar kasus suap tersebut. Tim KPK menemukan uang sejumlah Rp8 miliar di Kantor PT Inersia, perusahaan milik Bowo.

Uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu telah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang yang berada dalam 400 ribu amplop tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk 'serangan fajar' Pemilu 2019.
[Gambas:Video CNN] (psp/ain)