"Saya akan bertanya apa yang sebenarnya. Saya pikir dia yakin, Enggar yang saya kenal gampang (dihubungi)," ujar Surya saat ditemui di Akademi Bela Negara Partai NasDem, Jakarta, Jumat (19/7).
Surya menduga Enggar tengah sibuk hingga tak dapat memenuhi panggilan KPK. Menurutnya, di masa akhir jabatan ini Enggar tengah berupaya merampungkan tugasnya sebagai mendag.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pun ada indikasi macam-macam segala macam kita duluan yang akan kejar. Sejauh ini sih mudah-mudahan saya tidak mendahului, tapi positif thinking saja," katanya.
Bowo diduga menerima suap dari petinggi PT Humpuss Transportasi Kimia terkait kerja sama bidang pelayaran menggunakan kapal.
KPK mengendus Bowo juga menerima uang di luar kasus suap tersebut. Tim KPK menemukan uang sejumlah Rp8 miliar di Kantor PT Inersia, perusahaan milik Bowo.
Uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu telah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang yang berada dalam 400 ribu amplop tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk 'serangan fajar' Pemilu 2019.
[Gambas:Video CNN] (psp/ain)