Ditolak Ormas, Diskusi HUT ke-23 PRD Terancam Batal Digelar

CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 18:38 WIB
Ditolak Ormas, Diskusi HUT ke-23 PRD Terancam Batal Digelar Ilustrasi Partai Rakyat Demokratik. (REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Partai Rakyat Demokratik (PRD), yang rencananya bakal dirayakan di Kota Surabaya, terancam batal digelar karena belum mendapat sejumlah penolakan dari sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas).

Acara peringatan HUT itu rencananya digelar di rumah makan bilangan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (22/7) malam.

Ketua Komite Pimpinan Kota (KPK) PRD Surabaya, Samirin mengatakan HUT partainya itu akan digelar dengan diskusi bertema 'Ini Jalan Kita ke Depan: Bangun Persatuan Nasional, Wujudkan Kesejahteraan Sosial.' Salah satu narasumber dalam diskusi itu ialah Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana.


"Betul-betul, nanti malam. Diskusi PRD yang harlah yang ke-23, narsum-nya bapak Whisnu Sakti Buana wakil wali kota, Sholeh alumni 98, dan perwakilan PRD, sudah (konfirm), terbuka untuk umum," kata Samirin saat dikonfirmasi, Senin (22/7).

Namun acara tersebut, kata Samirin terkendala oleh izin dari kepolisian yang tak kunjung turun, ditambah lagi pemilik venue mendadak membatalkan reservasi acara yang dihelatnya. 

"Izin sudah, cuma ditolak, jadi penolakan hari ini, dan posisi tempat juga secara mendadak dibatalkan, jadi pihak rumah makan sendiri diimbau kepolisian bahwa tidak boleh dipakai untuk acara PRD," kata dia. 
Menurut Samirin acara PRD ini terganjal dengan beberapa alasan yang tak masuk akal. Di antaranya yakni ancaman oleh pihak Ormas dan penolakan sejumlah kelompok publik lain. 

"Alasannya enggak jelas, karena katanya kita mau diserang kelompok-kelompok reaksioner, landasannya apa, kan sudah jelas kita berjuang kagi membangkitkan pancasila sebagai sebuah kemenangan di Indonesia ini," kata dia. 

Terpisah, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan kegiatan PRD tersebut belum mengantongi surat izin atau surat pemberitahuan balasan dari pihak kepolisian. 

"Sampai dengan hari ini belum ada pemberitahuan untuk itu. Dan saya juga sudah ngecek ke intel belum ada pemberitahuan untuk itu," ujar Sandi, saat dihubungi.

Sandi mengatakan tak diterbitkannya izin dari kepolisian untuk acara tersebut, lantaran kepolisian mengaku telah menerima protes keras dari sejumlah kelompok dan ormas. Ormas itu bahkan akan mendatangi lokasi, bila diskusi tetap digelar. 

"Tapi yang meributkan di masyarakat. Informasinya itu memang sudah ada," ujarnya
Sandi mengatakan kepolisian akan mencegah penyelenggaraan acara itu. Pihak kepolisian pun tak segan membubarkan apabila panitia tetap kukuh untuk melaksanakannya.

"Kita akan melakukannya sesuai dengan prosedur. Apabila kegiatannya tidak memiliki izin maka akan kita imbau untuk membubarkan diri atau akan kita bubarkan," katanya. 

Sementara itu Wali Laskar Pembela Islam (LPI) Surabaya Agus Fachrudin mengatakan pihaknya dengan tegas mengecam gelaran diskusi HUT PRD tersebut. Pihaknya pun mengancam akan membubarkan paksa acara tersebut. 

"Kami menolak acara itu, tahun 97 PRD kan sudah dibubarkan oleh pemerintah, maka mereka tidak berhak menggelar acara itu," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (frd/ugo)