Ditanya soal Rumah DP Nol Rupiah, Anies Jawab Sehat Walafiat

CNN Indonesia | Selasa, 23/07/2019 15:46 WIB
Ditanya soal Rumah DP Nol Rupiah, Anies Jawab Sehat Walafiat Gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan proses pengerjaan rumah DP nol rupiah terus berlanjut, meski tak memerinci progres pembangunannya. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa proses pengerjaan Rumah DP 0 Rupiah dalam keadaan positif. Anies mengatakan pengerjaan rumah masih dalam proses.

"Sehat walafiat. Itu semua sudah dalam progres dan kita akan umumkan ketika selesai proses pendaftarannya," kata Anies di Balai Kota, Selasa (23/7).

Anies tak menjelaskan lebih lanjut terkait pengerjaan tersebut. Ia hanya memastikan bahwa pengerjaan masih sesuai dengan jadwal kinerja.


"Pada fase ini semua berjalan sesuai jadwal," tegas Anies.

Sebelumnya, Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan mengatakan realisasi perkembangan pembangunan hunian DP nol rupiah per tanggal 15 Juni 2019 sudah mencapai 87 persen. Rencananya infrastruktur rumah akan rampung pada akhir Juli 2019.

Pembangunan hunian DP 0 rupiah dibangun di atas luas lahan 5.686 m2, dengan total mencapai 21 lantai, terdiri dari 780 unit yang dibagi menjadi tiga tipe.

Pertama tipe studio berjumlah 240 unit, seharga Rp184.800.000 - Rp195.800.000 per unit; tipe 1 kamar tidur berjumlah 180 unit, seharga Rp 210.760.000 - Rp213.400.000 per unit; dan tipe 2 kamar tidur berjumlah 360, senilai Rp 304.920.000 - Rp310.640.000 per unit.

Yoory menegaskan, dengan terlihat proses pembangunan fisik hunian DP 0 rupiah yang signifikan sudah memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa program ini dapat terus berjalan dengan baik.

Jika menengok ke belakang, proses pembangunannya dibilang cukup singkat dimulai groundbreaking pembangunan hunian DP 0 rupiah dilaksanakan pada 18 Januari 2018.

Program rumah DP Nol Rupiah adalah salah satu janji kampanye Anies saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Saat itu ia menyatakan bakal membuat hunian yang terjangka bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun belakangan rumah ini dibangun untuk masyarakat yang berpenghasilan menengah.
[Gambas:Video CNN] (ctr/ain)