Kemendagri Laporkan Kasus Jual Beli Data Penduduk di Medsos

CNN Indonesia | Selasa, 30/07/2019 14:44 WIB
Kemendagri Laporkan Kasus Jual Beli Data Penduduk di Medsos Kemendagri melaporkan kasus jual beli data kependudukan di media sosial ke Bareskrim Polri karena berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan jahat. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi melaporkan kasus jual-beli data kependudukan di media sosial ke Badan Reserse Kriminal Polri. Pelaporan dilakukan karena ada oknum masyarakat mengakses data untuk kepentingan jahat.

"Hari ini dirjen dukcapil melaporkan ke bareskrim ya walaupun data itu di dukcapil itu aman ya termasuk MoU kami dengan beberapa lembaga perbankan lembaga keuangan juga aman tapi ada oknum masyarakat yg menggunakan media lain mengakses dan itu adalah tindak kejahatan yang hari ini tim dirjen dikcapil melaporkan kepada Bareskrim untuk diusut," Kata Mendagri Tjahjo Kumolo di kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (30/7)

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Zudan Arief Fakrullah mengatakan pelaporan dilakukan oleh salah satu pejabat Dukcapil. Pihaknya tidak melaporkan orang perorang melainkan peristiwa jual beli data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dan Kartu Keluarga.

"Kita tidak melaporkan orang. Kita hanya melaporkan ada kejadian peristiwa Kan ya yang ada di facebook itu," Kata Zudan di kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa.


Zudan mengatakan pelaporan tersebut juga dalam rangka berkoordinasi tentang penyalahgunaan data kependudukan. Pasalnya, kata dia, pihak Kemendagri ingin memberikan rasa aman dan tenang soal data kependudukan.
[Gambas:Video CNN]
Ia pun menegaskan, data kependudukan tidak ada yang bocor. Ia justru menyebut data kependudukan itu diperoleh dari media sosial dan disalahgunakan oleh orang tidak bertanggungjawab.

Kini, Kemendagri pun sudah berkomunikasi dengan Kemenkominfo untuk menelusiri para penyebar data kependudukan di media sosial. Ia juga berharap kepolisian bisa segera memroses laporan mereka.

"Aparat kepolisian bisa melakukan penyelidikan untuk ungkap dan membuat tenang masyarakat," Kata Zudan.

Diketahui, grup Dream Market Official sempat menjadi perbincangan di media sosial. Beberapa foto percakapan dalam grup itu menunjukkan transaksi jual beli data kependudukan.

Jumlah yang diperjualbelikan pun ratusan hingga ribuan data kependudukan.

Kemendagri juga telah memberikan peringatan kepada masyarakat supaya tidak sembarangan mengunggah foto identitas dan foto diri di media sosial. (sah/gil)