Dinding Fakultas Adab UIN Jakarta Rubuh Karena Gempa Banten

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 03/08/2019 20:20 WIB
Kerusakan pada sebagian gedung baru Fakultas Adab, UIN Jakarta diduga disebabkan oleh guncangan gempa Banten dan konstruksi bangunan yang belum teruji. Ilustrasi. (Istockphoto/Kickers)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinding Gedung Fakultas Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta runtuh, akibat guncangan gempa Banten berkekuatan 6,9 magnitudo, kemarin malam. 

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Saiful Umam yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (3/8), membenarkan kerusakan di gedung tersebut. Bagian dinding samping lift gedung lantai 1 rontok berjatuhan.

"Sejauh ini yang jelas ada beberapa keramik yang nempel pada dinding samping kiri kanan lift di lantai 1, lepas jatuh ke lantai dan pecah," katanya.


Guncangan gempa Banten cukup keras dirasakan di UIN di Jakarta yang berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan, Banten itu.

Kerusakan yang terjadi pada gedung baru Fakultas Adab dan Humaniora itu selain dampak dari guncangan gempa Banten, diduga juga karena konstruksi bangunan tidak kuat. Belakangan diketahui gedung baru yang digunakan sejak Maret 2017 itu belum menjalani uji kelayakan.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Halid Alkaf mengatakan kerusakan terjadi akibat gempa dan kualitas bangunan yang tidak kuat menahan guncangan.

"Saya kira salah satunya akibat gempa, di samping mungkin bisa saja karena kondisi atau kualitas bangunannya," katanya.

Sementara Rico Adrian, mahasiswa Fakultas Adab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merasa khawatir gempa susulan yang lebih besar. Menurutnya, struktur bangunan yang tidak kuat menahan guncangan bakal mengancam keselamatan mahasiswa.

"Apalagi bakal banyak aktivitas di UIN karena penerimaan mahasiswa baru, jadi khawatir ada bagian gedung roboh kalau guncangan lebih besar," ujarnya.

Gempa bumi pada Jumat pukul 19:03 WIB, berlokasi di 7.54 Lintang Selatan, 104.58 Bujur Timur itu berpusat di 147 km barat daya Sumur, Kabupaten Pandeglang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah memutakhirkan data tentang kekuatan gempa tersebut dari 7,4 magnitudo menjadi 6,9 magnitudp.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami, namun diakhiri pada Jumat (2/8) pukul 21.35 WIB.

[Gambas:Video CNN] (wis/wis)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK