Dua Peserta Marathon di Surabaya Meninggal

CNN Indonesia | Minggu, 04/08/2019 15:21 WIB
Dua Peserta Marathon di Surabaya Meninggal Dua Peserta Surabaya Marathon Meninggal Dunia. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua peserta Surabaya Marathon 2019 Minggu (4/8), meninggal dunia. Sebelum meninggal keduanya pingsan dan kemudian dibawa ke Instalasi Gawat Darurat IGD RSU dr Soetomo Surabaya, namun nyawa mereka tak tertolong. 

Dua peserta itu yakni Komisaris Malang Post, Chusnun N Djuraid (60) dengan nomor peserta 5721. Dan Oentung P Setiono (55) yang berasal dari Jakarta dengan nomor peserta 5755.

Kedua peserta tersebut diketahui mengikuti Surabaya Marathon dengan kategori lari berjarak 10 Kilometer. Namun mereka tak sempat menyelesaikan larinya sampai garis finish. 

Informasi yang dihimpun, Chusnun terjatuh di Jalan Pemuda (depan Bank BTPN). Sementara Oentung terjatuh di Jalan Basuki Rahmat (depan Dyandra). Kedua korban kemudian di bawa ke RSU dr Soetomo. 


Setelah dinyatakan meninggal, jenazah kemudian dibawa menuju kamar mayat untuk melakukan administrasi pengambilan jenazah. Nampak keluarga dari Chusnun menahan tangis saat jenazah tiba.

Anak Chusnun, Amalia Kautsariah menceritakan bahwa ayahnya tersebut pamit berangkat menuju Surabaya, untuk mengikuti ajang Surabaya Marathon, sejak Sabtu (3/7) kemarin. 

"Kemarin siang ngebus (naik bus) sendiri. Mau ikut marathon 10 kilometer pamitnya. Tadi jatuh langsung dari medis langsung ambulans. RJP gak respons, masuk IGD diadrenaline juga gak respons," kata Amalia.

Amalia mengatakan ayahnya pernah mendapat perawatan medis saat mengikuti ajang lari di tempat lain.

"Sempet ngamar (dirawat) tapi uda sembuh. Sempet ikut Borobudur Prambanan itu sampai finish 10 km. Tahun ini di Surabaya," katanya.

Chusnun juga pernah dirawat setelah main tenis. Menurut Amalia, ayahnya tersebut memiliki riwayat penyakit jantung.

Setelah ini itu jenazah Chusnun, kata dia akan segera dimakamkan hari ini di Malang.

"Iya Kelelahan, jantung sih," ucapnya singkat.

Sementara itu Ketua Panitia Surabaya Marathon, Fransisca Budiman saat dikonfirmasi di lokasi, awalnya enggan membeberkan atas insiden yang terjadi. Ia meminta para awak media untuk bertanya langsung ke pihak rumah sakit. 

"Langsung ke humasnya aja ya saya belum bisa kasih komentar," ujarnya sembari menghindari awak media di RSU dr Soetomo, Minggu (4/8).

Namun, ia mengatakan bahwa pihaknya kini telah mengurus pemberangkatan jenazah hingga menuju ke kediamannya masing-masing. 

"Iya kami dari awal sampai mengurus pemberangkatan almarhum jenazahnya ke kediaman dengan keluarga," kata dia. 

Saat ditanya apakah pihak panitia memberikan asuransi kepada para korban, Sisca masih belum mengetahuinya dan sedang mengkoordinasikan hal tersebut. 

"Saya masih belum tahu. Ini masih saya bantu untuk koordinasi asuransinya," pungkasnya.

Sebelumnya sekitar 6.005 pelari dalam ajang Surabaya Marathon 2019 dilepas di garis start dari Jalan Embong Malang, Surabaya, oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma pukul 04.30 WIB, Minggu (4/8) pagi.
[Gambas:Video CNN] (frd/sur)