Ketua BMI Sulsel Muhammad Zulkifli menyayangkan informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan BMI merazia buku.
Sebelumnya, beredar di media sosial video anggota Brigade Muslim Indonesia buku-buku berbau komunisme di Toko Buku Gramedia di Makassar, Sulawesi Selatan pada Sabtu (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Zulkifli, anggota BMI menjelaskan TAP MPRS No. 25 tahun 1966 tentang pelarangan paham komunisme di Indonesia. Itu dilakukan seraya menunjukkan puluhan buku yang berbau komunisme kepada pegawai toko.
"Jadi dalam giat ini tidak ada aksi sweeping dan penyitaan," tuturnya.
Zulkifli juga mengklaim sudah berkoordinasi dengan Kodam XIV/Hasanuddin dan Polda Sulsel. Namun tidak ada personel yang ikut lantaran Zulkifli memberi kabar dengan tiba-tiba.
"Enggak ada hubungannya dengan Kodam", ujarnya.
Direktur Intelkam Polda Sulsel, Kombes Polisi Andi Indra Jaya juga tidak mengonfirmasi. Dia hanya mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki kegiatan BMI pada Sabtu lalu (3/8).
"Oh itu, masih lidik oleh anggota," ujarnya singkat
Sebelumnya, beredar video di media sosial berisi sejumlah anggota Brigade Muslim Indonesia mendatangi toko buku Gramedia di Trans Mall, Makassar, Sabtu (3/8). Mereka disebut-sebut menyita puluhan buku dengan tema Marxisme, Leninisme, dan komunisme.
Video tersebut lantas viral. Banyak netizen yang mengkritik sikap BMI tersebut.
[Gambas:Video CNN] (bmw/svh)