BNPB Sebut Satu Titik Api di Gunung Ciremai Belum Padam

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 04:57 WIB
BNPB Sebut Satu Titik Api di Gunung Ciremai Belum Padam Sejumlah petugas gabungan berusaha memadamkan api di kawasan hutan di lereng Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (3/10). (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut dua titik api di Gunung Ciremai, Jawa Barat, sudah dipadamkan secara manual. Namun, masih ada satu titik api yang bertahan.

"Berdasarkan pantauan Tim Apuy, satu titik api di hutan Gunung Ciremai belum padam hingga sore tadi (12/8), pukul 17.00 WIB. Titik api teridentifikasi berlokasi di sebelah atas Blok Sanghiyang Rangka, jalur pendakian Apuy," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo, dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/8).

Tim Apuy, kata dia, merupakan bagian dari tim gabungan yang dibentuk untuk pemadaman api di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Anggotanya berjumlah 20 orang.


Menurut Agus, ada sejumlah kendala pemadaman kebakaran. Pertama, angin kencang yang memicu loncatan bara api ke tempat lain. Kedua, faktor kawasan terbakar yang berada di atas ketinggian, yakni 2.600-3.078 meter di atas permukaan laut dengan luas kebakaran 371 hektare, yang menyulitkan pemadaman secara manual. Ketiga, sumber daya manusia dan sarana-prasarana yang terbatas.

Dengan keterbatasan itu, pihaknya sudah berhasil memadamkan dua titik api.

Kawasan puncak Gunung Ciremai.Kawasan puncak Gunung Ciremai. (Fazad Iskandar)
"Tim pos taktis Sanghiyang Ropoh memulai kegiatan pemadaman pukul 06.00 WIB secara manual di dua titik api yang berada di sebelah atas Blok Sanghiyang Ropoh dan api berhasil dipadamkan pada pukul 15.00 WIB," tuturnya.

Dalam operasi pemadaman ini, Agus menyebut Pos Komando (Posko) Palutungan juga melakukan pengiriman logistik secara estafet untuk tim pos taktis lapangan di Blok Sanghiyang Ropoh dan tambahan personel lapangan.

Tak hanya itu, Agus menyebut dukungan dari udara diberikan lewat pengerahan helikopter jenis Bell 412 yang mampu membawa 4.000 liter air. Namun, operasionalnya masih terhambat cuaca buruk.

"Helikopter yang terbang pukul 17.00 WIB hari ini (12/8) tidak memungkinkan pengeboman atau water bombing. Kondisi cuaca memaksa helikopter mendarat dan siaga di helipad Patulungan," ungkap dia.

Helikopter, katanya, akan kembali dioperasikan pada Selasa (13/8) pukul 08.00 - 11.00 WIB dengan memperhatikan faktor cuaca.

Diketahui, personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan TNGC sebanyak 125 orang. Itu terdiri dari 70 orang di lapangan dan 45 orang di Posko Palutungan.

Plt Kapusdatin BNPB Agus Wibowo.Plt Kapusdatin BNPB Agus Wibowo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Mereka berasal dari unsur BPBD Kuningan, TNI, TNGC, Polri, BNPB, BPBD Provinsi Jawa Barat, MPGC Palutungan, Tim Apuy, masyarakat dan sukarelawan yang tersebar di pos lapangan, pos taktis lapangan, pos pantauan, dan pos pengamanan logistik.

Mulanya, kebakaran itu terlihat di blok Gua Walet, puncak Gunung Ciremai, Kelurahan Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Asap termonitor pada Rabu (7/8) pukul 15.10 WIB dari wilayah Argalingga, Kabupaten Majalengka.

[Gambas:Video CNN]

(arh/gil)