Asap Pekat Selimuti Pontianak, Jarak Pandang 100-200 Meter

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 06:40 WIB
Asap Pekat Selimuti Pontianak, Jarak Pandang 100-200 Meter Ilustrasi kabut asap. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kota Pontianak masih diselimuti asap pekat akibat kebakaran hutan di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, Selasa (13/8) pagi. Kabut asap membuat jarak pandang menjadi 100 hingga 200 meter.

Masyarakat mengeluhkan kondisi tersebut dan khawatir jika kondisi tersebut berlarut akan berdampak pada kesehatan.

"Ketika menuju ke masjid untuk salat Subuh, sangat terasa bau asap yang dihirup," kata warga yang tinggal Parit Mayor, Pontianak, Tomi, Selasa (12/8) seperti dilansir dari Antara.


Tomi mengaku khawatir dengan kesehatan para anggota keluarganya. Hal ini lantaran sejumlah warga menurutTomi sudah ada yang mengalami radang tenggorokan.

Asap Pekat Selimuti Pontianak, Jarak Pandang 100-200 MeterUpaya pemadaman karhutla oleh Manggala Agni Daops Pontianak, Minggu (10/8). (ANTARA FOTO/Rana Larasati)
Toni mengakatan kondisi tersebut sudah terjadi selama beberapa pekan terakhir. Sama seperti beberapa daerah lainnya, Kalimantan Barat juga belum diguyur hujan. Kondisi kemarau membuat lahan gambut mudah terbakar atau dibakar oleh pembukaan lahan.

"Saya setengah trauma dengan kabut asap seperti beberapa tahun lalu. Saya tidak ingin hal itu terulang," katanya.

Sebelumnya, juga karena kabut asap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak meliburkan aktivitas belajar sekolah tingkat TK dan SD mulai 13 hingga 14 Agustus 2019.

Kebakaran di Kalimantan Barat diketahui juga melibatkan puluhan tersangka pembakaran hutan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Kalbar Komisaris Besar Donny Charles Go mengatakan pihaknya telah mengamankan 21 tersangka dari 17 kasus pembakaran hutan.
"Terbanyak ada di tiga polres, yaitu Polresta Pontianak, Polres Mempawah dan Polres Bengkayang masing masing tiga kasus, sementara polres lainnya satu hingga dua kasus," ungkapnya, Senin (12/8).

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan telah memanggil sebanyak 94 perusahaan yang membakar lahan di kawasan konsesi milik perusahaan.

"Ke-94 perusahaan ini terdiri dari 56 perkebunan, 38 Hutan Tanam Industri. Mereka kita panggil karena di sekitar kawasan konsesi yang mereka kelola terdapat titik api," kata Sutarmidji di Pontianak, Senin (12/8) dikutip dari Antara.

Pemanggilan 94 perusahaan yang terindikasi membakar lahan berdasarkan pantauan titik panas dari satelit Lapan beberapa waktu lalu. Awalnya, ada 10 perusahaan yang akan dipanggil, namun Sutarmidji menyatakan, kemungkinan jumlahnya akan bertambah, sehingga kemarin dipanggil 94 perusahaan tersebut.
[Gambas:Video CNN] (ain)