"Tidak masalah [tak jadi Ketua MPR]. Nah, PDIP tidak ingin terjebak melulu dalam urusan rebutan kekuasaan ketua dan wakil ketua MPR," kata Basarah di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kita sekali lagi stressing-nya pada apa kinerja MPR. Nah, tentu kita ingin mengingatkan ini lho agenda MPR periode 2014-2019 punya gawe besar yang tertunda karena ada pemilu," kata Basarah.
Mekanisme itu, kata dia, harus dilakukan agar internal MPR selalu solid dan tak terkotak-kotak seperti gelaran Pilpres 2019 silam.
"Kenapa? Supaya agenda amandemen terbatas itu smooth. Tidak ada hidden agenda, tidak ada yang mencuri di tikungan dan sebagainya," kata dia.
"Bagi PDI-Perjuangan memang tidak ada ketentuan bahwa kalau sudah memiliki ketua DPR maka tidak boleh memiliki Ketua MPR, tidak ada ketentuan di MD3 maupun tatib MPR," kata dia.
PDIP, yang merupakan pemenang pemilu Legislatif 2019, otomatis menduduki kursi Ketua DPR. Ketua DPP PDIP Puan Maharani disebut berpeluang besar menjabat posisi itu.
[Gambas:Video CNN] (mts/arh)