Hasto: Haluan Negara Akan Bantu RI di Dunia Internasional

PDI Perjuangan, CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 11:43 WIB
Hasto: Haluan Negara Akan Bantu RI di Dunia Internasional Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan amandemen terbatas Undang-undang Dasar 1945 bukan upaya untuk kembali ke masa lalu, tapi membawa Indonesia jadi pemimpin di antara bangsa-bangsa.

Hasto juga menyatakan bahwa hal ini bersesuaian dengan cara pandang para pendiri bangsa ketika berjuang memperoleh kemerdekaan, yaitu outward looking.

"Indonesia Raya itu dibangun dengan visioner. Kemerdekaan untuk menghapuskan berbagai belenggu penjajahan di seluruh bidang kehidupan, dan untuk membangun persaudaraan dunia ke dalam suatu tatanan dunia baru yang bebas dari penindasan," kata Hasto di Jakarta, Rabu (14/8).


Hasto mencontohkan cara pandang outward looking ini adalah langkah Indonesia pada 1955 ketika menggelar Konferensi Asia Afrika yang kemudian menjadi cikal bakal Gerakan Non Blok (GNB).

"GNB kemudian menjadi kekuatan poros ketiga, poros cinta damai dan cinta kemerdekaan, dan disitulah kepemimpinan Indonesia yang visioner diwujudkan," kata Hasto.

Sekjen PDIP ini kemudian menyatakan lebih dari 600 doktor di segala disiplin ilmu sudah merancang Pola Pembangunan Semesta Berencana saat menyusun konsepsi haluan negara.

"Namanya saja semesta, overall planning dalam seluruh bidang kehidupan," katanya.

PDIP, kata Hasto, mengusulkan amandemen terbatas itu agar Indonesia memiliki arah dan kepastian gerak pembangunan nasional. Selain itu, dia juga menyebut mengembalikan Haluan Negara akan mejadi warisan kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo.

"Pak Jokowi itu kader PDI Perjuangan. Apa yang akan dilakukan Presiden Jokowi justru akan menjadi dasar bagi rancangan Haluan Negara tersebut," ucap Hasto.

"Dengan demikian, akan ada keberlangsungan terhadap konsepsi kepemimpinannya; terhadap posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Semuanya diletakkan dalam cita-cita 50 hingga 100 tahun ke depan."

Haluan Negara juga disebut Hasto akan menjadi arah penguasaan teknologi, pengetahuan dasar dan pengembangan sumber daya manusia, sehingga Indonesia kembali disegani karena kekuatan domestiknya berkontribusi dalam peradaban dunia.

"Haluan negara akan mengubah cara pandang bangsa, menjadi outward looking, dan hal tersebut akan mengikat seluruh lembaga tinggi negara," katanya. (vws)