Hasto juga menyatakan bahwa hal ini bersesuaian dengan cara pandang para pendiri bangsa ketika berjuang memperoleh kemerdekaan, yaitu outward looking.
"Indonesia Raya itu dibangun dengan visioner. Kemerdekaan untuk menghapuskan berbagai belenggu penjajahan di seluruh bidang kehidupan, dan untuk membangun persaudaraan dunia ke dalam suatu tatanan dunia baru yang bebas dari penindasan," kata Hasto di Jakarta, Rabu (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"GNB kemudian menjadi kekuatan poros ketiga, poros cinta damai dan cinta kemerdekaan, dan disitulah kepemimpinan Indonesia yang visioner diwujudkan," kata Hasto.
"Namanya saja semesta, overall planning dalam seluruh bidang kehidupan," katanya.
PDIP, kata Hasto, mengusulkan amandemen terbatas itu agar Indonesia memiliki arah dan kepastian gerak pembangunan nasional. Selain itu, dia juga menyebut mengembalikan Haluan Negara akan mejadi warisan kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo.
"Pak Jokowi itu kader PDI Perjuangan. Apa yang akan dilakukan Presiden Jokowi justru akan menjadi dasar bagi rancangan Haluan Negara tersebut," ucap Hasto.
"Dengan demikian, akan ada keberlangsungan terhadap konsepsi kepemimpinannya; terhadap posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Semuanya diletakkan dalam cita-cita 50 hingga 100 tahun ke depan."
Haluan Negara juga disebut Hasto akan menjadi arah penguasaan teknologi, pengetahuan dasar dan pengembangan sumber daya manusia, sehingga Indonesia kembali disegani karena kekuatan domestiknya berkontribusi dalam peradaban dunia.
"Haluan negara akan mengubah cara pandang bangsa, menjadi outward looking, dan hal tersebut akan mengikat seluruh lembaga tinggi negara," katanya.