Bank Mandiri Laporkan Media Online soal Hoaks Bangkrut Rp9 T

CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 16:34 WIB
Bank Mandiri Laporkan Media Online soal Hoaks Bangkrut Rp9 T Pejabat Bank Mandiri Rohan Hafas melaporkan sebuah media online yang menyebar hoaks soal kebangkrutan. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Mandiri (Persero) melaporkan sebuah media daring atau online terkait dengan hoaks ke polisi, Rabu (14/8).

Senior Vice President Bank Mandiri Rohan Hafas menegaskan bahwa berita yang dituliskan dalam portal berita online tersebut tidak akurat dan tidak memiliki dasar.

"Kami menyatakan bahwa 100 persen berita yang terpampang di FFN.id itu adalah berita hoaks dan tidak ada yang kami alami seperti yang disampaikan," kata Rohan di Polda Metro Jaya, Senin (15/8).


Dalam laporannya tersebut, pihak Bank Mandiri menyertakan barang bukti berupa hasil tangkapan layar (screen shoot) dari situs dan halaman Facebook yang diposting untuk pertama kali.

Situs itu disebutnya menyebarkan berita hoaks soal kerugian dan kebangkrutan Bank Mandiri. Ia menyayangkan hal tersebut karena dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap bank itu.

"Tulisan beritanya mengatakan bahwa Bank Mandiri mengalami kerugian, ada serangan cyber yang mengakibatkan kerugian sampai Rp9 triliun," kata Rohan.

Pihaknya mengklaim sebagai salah satu institusi bank nasional terbesar dengan nasabah sekitar 30juta orang atau hampir 10 persen total penduduk di Indonesia.

Oleh sebab itu, Rohan melaporkan kasus tersebut agar tidak meresahkan publik.

"Nasabah [Bank Mandiri] cukup banyak, ada 30 juta. Jadi dampak bagi nasionalnya sangat besar, potensi untuk meresahkannya sangat tinggi," kata Rohan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan Bank Mandiri dan akan melakukan penyelidikan.

"Sudah kami terima laporannya dan kami lakukan penyelidikan. Nanti kami klarifikasi terlapor seperti apa dan saksi-saksi lain, serta barang buktinya seperti apa," kata Argo.

(mjo/arh)