Fahri Hamzah dan Fadli Zon Kritik Wacana Pemindahan Ibu Kota

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 17:50 WIB
Fahri Hamzah dan Fadli Zon Kritik Wacana Pemindahan Ibu Kota Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon mengkritik wacana presiden Joko Widodo yang akan memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan. Fahri menilai hasil kajian pemindahan ibu kota yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tak terlalu dalam.

"Saya sudah baca kajiannya, nggak terlalu dalam kajiannya," kata Fahri di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Jumat (16/8).

Terlebih lagi, kata Fahri, pemerintah pasti akan kesulitan untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta. Sebab Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia sudah terlalu mengakar secara historis bagi bangsa.


"Terutama posisi Jakarta. Susah. Meninggalkan gedung ini [DPR/MPR] susah, gedung ini terlalu kuat sejarahnya. Istana terlalu kuat sejarahnya," kata Fahri.
Fahri menilai Indonesia juga akan kehilangan sejarahnya bila ibu kota Indonesia dipindahkan dari Jakarta ke wilayah lain.

Fahri mengatakan Jakarta sudah didesain sebagai ibu kota negara sejak zaman Presiden RI pertama, Sukarno. Menurutnya, Jakarta memiliki warisan penting bagi sejarah bangsa yang tak bisa ditinggalkan begitu saja.
Fahri Hamzah dan Fadli Zon Kritik Wacana Pemindahan Ibu KotaWakil Ketua DPR Fadli Zon. (CNN Indonesia/ Ramadhan Rizki Saputra).
Melihat hal itu, politikus PKS ini menyarankan agar Jokowi bisa memberikan masukan yang mendalam bagi para pembantunya dalam mengkaji rencana pemindahan ibu kota tersebut

"Makanya saya terus terang ini Pak Jokowi harus dikasih feeding yang baik. Menterinya ini enggak kuat ngomongnya. Saya sudah baca risetnya," kata dia.

Di tempat sama, Fadli Zon juga mengkritisi wacana tersebut. Menurut dia, hasil kajian Bappenas soal pemindahan ibu kota negara masih mentah dan tak memiliki subtansi yang strategis dalam kajian tersebut

Menurutnya, pendalaman kajian itu diperlukan dengan melihat aspek pendanaan, jadwal pemindahan, hingga persiapan infrastruktur di ibu kota yang baru.

"Lahannya, pemindahan tempat-tempatnya, dan SDM-nya, dan segala sesuatunya itu kan harus diukur, berapa keperluannya, dan berapa lama kita akan memindahkan itu, secara bertahap dan seterusnya. Karena ini menyangkut masalah pelayanan juga terhadap seluruh warga negara," kata Fadli.

[Gambas:Video CNN] (rzr/osc)