Tolak Revisi UU Tenaga Kerja, Buruh Gelar Aksi di Depan DPR

CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 11:40 WIB
Tolak Revisi UU Tenaga Kerja, Buruh Gelar Aksi di Depan DPR Ilustrasi aksi buruh. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR) yang terdiri dari organisasi buruh, mahasiswa, dan masyarakat bakal menggelar aksi di Gedung DPR/MPR dalam rangka menolak rencana revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Juru Bicara KPR Herman Abdulrohman mengatakan setidaknya akan ada sekitar 300 orang yang bakal turut dalam aksi demo buruh hari ini.

"Kita melawan rencana revisi undang-undang ketenagakerjaan," kata Abdul kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/8).
Rencana revisi UU Ketenagakerjaan itu dilakukan lantaran usulan revisi itu hanya memprioritaskan kepentingan investasi dan pengusaha daripada nasib buruh.


Bahkan, kata Abdul, pihaknya juga mendorong pemerintah untuk mencabut UU Ketenagakerjaan itu lantaran dianggap sudah tidak layak.

"Menurut kita tidak layak direvisi tapi harusnya dicabut karena undang-undang nomor 13 ini menurut kami sudah tidak layak, karena hampir ada 30 pasal lebih yang sudah di-judicial review- kan," tuturnya.

Abdul menuturkan dalam aksi kali ini, tak hanya dihadiri oleh massa dari wilayah Jakarta, Depok, Bogor dan sebagainya. Tetapi, juga dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari tiap provinsi.

"Harapannya setelah aksi ini kalau pemerintah tidak juga bergeming ya kami diwakili kawan-kawan perwakilan daerah akan membawa ini sebagai isu di setiap daerah," ujar Abdul.

Sementara itu, berdasarkan pantauan dari CCTV Bali Tower yang berada di seberang gerbang Kompleks Parlemen sudah tampak massa dengan atribut aksi dan bendera, namun tak terlihat jumlah perkiraan yang hadir. Selain itu, juga tampak sejumlah petugas polisi yang mengamankan demo buruh hari ini sehingga tak mengganggu lalu lintas di depan kompleks parlemen.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono menyampaikan pihak kepolisian telah menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan di sekitar gedung DPR/MPR.

"Dari polsek 30 (personel) dan dari sabhara Polda 30 (personel)," ucap Lukman soal personel yang diterjunkan untuk mengamankan demo buruh hari ini.
(dis/kid)