Anies Yakin Rumah DP Rp0 Tak Dijual Kembali

CNN Indonesia | Sabtu, 31/08/2019 20:12 WIB
Anies Yakin Rumah DP Rp0 Tak Dijual Kembali Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memantau rumah DP nol rupiah di Klapa Village, Jakarta Timur, Sabtu (31/8). (CNN Indonesia/Daniela)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meyakini warga Jakarta yang menjadi konsumen program rumah DP nol rupiah di Klapa Village, Jakarta Timur, tak akan memanfaatkannya untuk investasi atau menjualnya lagi.

"Kalau lihat dari mereka, mereka sekarang lagi bersyukur sekali punya rumah. Jadi mudah-mudahan, rasa-rasanya mereka tidak dalam posisi ingin menjual lagi," kata Anies seusai meresmikan rumah DP nol rupiah di kawasan Jakarta Timur, Sabtu (31/8).

Lagipula, kata Anies, Pemprov DKI Jakarta telah memiliki mekanisme ketat dalam menyeleksi para penghuni. Sehingga, menurut dia, kecil kemungkinan ada pembeli yang bisa lolos menjual lagi rumah tersebut.


"Dengan begitu tidak terjadi seperti yang kita saksikan di beberapa tempat. Program pemerintah terkait rumah murah, setelah dimiliki, lalu dijual lagi," ucapnya.

"Dan yang repot yang membeli itu langsung 10-15 unit langsung, dibeli lalu dijual lagi. Bukan ini tujuannya, kami sudah siapkan mekanismenya," tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Kelik Indriyanto menuturkan proses jual beli rumah DP nol rupiah ini bakal dibuat secara khusus agar tak sembarang orang bisa dengan mudah mentransaksikan hunian tersebut.

"Untuk mekanisme kembali dijual pun tidak mudah. Nanti harus melewati BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) kami. Tidak bisa langsung ke orang lain lagi. Ini mungkin untuk mencegah pembelian rumah ini untuk investasi, jadi betul-betul digunakan untuk memenuhi hunian masyarakat," kata Kelik.

Bukan saja soal pengaturan jual-beli hunian, Kelik mengklaim proses yang cermat bahkan sudah dilakukan sejak tahap seleksi calon penghuni.

"Jadi ini kami berharap tidak untuk investasi. Jadi 'Ini Rumah Gue', ini memang rumah yang pertama. Ini mekanisme ketat untuk seleksi, kami sudah arahkan supaya tidak salah orang--untuk investasi. Jadi betul-betul warga yang membutuhkan," ucap dia.

Anies justru mengharapkan para calon pemilik rumah itu kelak bisa meningkatkan kelas huniannya.

"Yang hari ini baru bisa beli ukuran studio mudah-mudahan rezekinya nambah sehingga bisa naik kelas menjadi beli yang satu kamar. Yang satu kamar nanti bisa naik kelas menjadi dua kamar," ia melanjutkan.

Pemprov DKI Jakarta menggelontorkan dana sekitar Rp350 miliar untuk proyek Menara Samawa. Saat ini sudah terdapat 789 unit yang siap dihuni di Klapa Village, Jakarta Timur.

(ika/arh)