Serapan APBD DKI 45 Persen, Anies Klaim Sama dengan Rencana

CNN Indonesia | Rabu, 04/09/2019 03:16 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut penyerapan anggaran 45 persen saat empat bulan menjelang akhir tahun sudah sesuai dengan proyeksi pihaknya. Gubernur DKI Anies Baswedan mengklaim serapan anggaran 45 persen jelang akhir tahun masih sesuai dengan rencana. (CNN Indonesia/Daniela Dinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menjelang akhir tahun, penyerapan APBD DKI Jakarta belum mencapai setengah anggaran. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut itu sudah sesuai dengan rencana pihaknya.

Dikutip dari publik.bapedadki.net penyerapan belanja langsung dan tidak langsung APBD DKI Jakarta 2019 baru 45,4517 persen atau sekitar Rp36,7 triliun dari total anggaran Rp80,9 triliun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi penyerapan tersebut sebagai hal yang biasa. Menurutnya tinggi rendahnya penyerapan diukur dari targetan DKI.


"Jangan hanya rendah dan tinggi. Sesuai dengan prakiraan atau tidak. Karena kalau anggaran itu punya proyeksinya, anda bandingkan dengan proyeksinya," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/9).

Menurut Anies, jika dibandingkan dengan proyeksi internal DKI, penyerapan anggaran 45 persen sudah sesuai dengan targetan. Anies pun menegaskan pengelolaan anggaran masih sesuai dengan perencanaan.

"Kalau dibandingkan dengan proyeksinya, kita masih sama dengan rencananya. Jadi jangan dibandingkan dengan imajinasi. Kalau anda bikin imajinasi terus anda bayangkan dengan kenyataan ya ga jadi. Imajinasi anda misal 80 persen, sekarang dianggap rendah," ujar Anies.

Anies mengatakan pihaknya selalu memantau penyerapan anggaran setiap dua minggu sekali. DKI, ujar Anies pun terus mengebut Serapan Perkiraan Sendiri (SPS) agar sesuai dengan target.

"Kita selalu menargetkan dekat dengan SPS. Di situ baru dikatakan meleset atau tidak berdasarkan SPS, kalau enggak ada pegangan itu enggak tahu kita," tegas Anies.

Diketahui, nilai APBD-Perubahan DKI 2019 turun dari APBD 2019 dari Rp88,09 triliun menjadi Rp86,52 triliun karena ada penurunan target pendapatan.

[Gambas:Video CNN] (CTR/arh)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK