BPK Penabur Gelar International Choir Festival

Advertorial, CNN Indonesia | Rabu, 04/09/2019 00:00 WIB
Paduan suara itu kan betul-betul melatih seorang anak untuk mampu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan teman-temannya.
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekolah BPK Penabur kembali menggelar festival paduan suara  'Berpadu Suara, Bersatu Hati Membangun Karakter Anak Negeri' dengan menggandeng pelbagai peserta yang berasal negara Asia.

Acara itu juga dikenal dengan nama Penabur International Choir Festival (PICF), yang digelar pertama kali pada 2013 lalu. Ajang tersebut akan melibatkan sekitar 6.161 penyanyi dari pelbagai negara.

Ketua BPK Penabur Jakarta Antono Yuwono mengatakan ajang itu juga tak sekadar untuk kegiatan akademis semata, namun juga bertujuan untuk melatih bakat maupun interaksi sosial.


"Paduan suara itu kan betul-betul melatih seorang anak untuk mampu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan teman-temannya," kata Antono di sela-sela acara tersebut di Jakarta, Selasa (3/9).

Dia mengatakan hasil dari festival itu juga bakal berguna bagi para siswa untuk memasuki dunia kerja kelak, di antaranya dunia musik dan era disrupsi oleh teknologi.

Khusus untuk artistic director, Aida Swenson pun dipilih dalam ajang PICF kali ini. Aida sendiri memiliki perjalanan karir soal paduan suara, di antaranya adalah penemu dan dirijen untuk Indonesian Children's &Youth Choirs Cordana. Perempuan itu juga adalah salah satu alumnus SMAK BPK 1 Penabur.

Festival itu juga akan dimeriahkan dengan penampilan spesial dari kelompok paduan suara dari Latvia, yakni Kamer. Grup itu akan menggelar konser di Graha Gepembri, Kelapa Gading pada 4 September dan Aula Simfonia di Kemayoran, pada 6 September bertajuk Harmony in Music For Indonesia.

Ajang internasional itu juga memiliki 12 juri dari 10 negara yang berbeda. Mereka di antaranya adalah Alvis Greters (Latvia);  Tom T. Shelton. Jr (AS), Bengt Ollen (Swedia), Johnny Ku (Taiwan); Foong Hak Luen (Singapura); dan John A. Pamintuan (Filipina).

Selain itu ada pula Ko Matsushita (Jepang); Innesa Bodyako (Belarus); Dr. Bienvido (Filipina); Soundarie David R. (Sri Lanka); dan dua dari Indonesia yaitu Herman Sinaga dan Aris Sudibyo. (adv/adv)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK