Legislator Petahana Dominan, Rapat DPR Diprediksi Makin Sepi

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 22:36 WIB
Legislator Petahana Dominan, Rapat DPR Diprediksi Makin Sepi Sidang Rapat Paripurna DPR didominasi kursi kosong. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus memprediksi pelbagai rapat atau sidang di DPR untuk membahas peraturan perundang-undangan maupun rapat lainnya akan makin sepi dikarenakan banyak anggota DPR incumbent atau petahana yang terpilih kembali di periode 2019-2024.

Hal itu ia sampaikan saat mempublikasikan hasil riset Formappi terkait anatomi Caleg terpilih DPR 2019-2024 di kantor Formappi, Jakarta, Kamis (5/9).

Lucius menyebut anggota DPR yang menjabat di periode 2014-2019 banyak didominasi oleh orang-orang yang malas untuk menghadiri pelbagai rapat DPR.


"Faktanya DPR 2014-2019 didominasi orang-orang malas. Yang selalu membuat ruang-ruang di DPR sepi dari anggota DPR. Makanya, banyaknya anggota DPR yang terpilih kembali sangat mungkin membuat DPR periode selanjutnya juga akan memperlihatkan ruang-ruang DPR akan sepi," kata Lucius.

Lebih lanjut, Lucius merinci setidaknya 56 persen caleg terpilih petahana kembali terpilih pada Pemilu 2019 ini. Artinya, caleg petahana nantinya masih mendominasi kursi di DPR periode 2019-2024 ketimbang anggota DPR yang baru.

"56 persen itu terdiri dari 300 anggota DPR aktif dan 21 anggota DPR terpilih 2014 yang di-PAW namun maju lagi pada Pemilu 2019," kata Lucius.

Dari 56 persen itu data Formappi menunjukkan PDIP menyumbang legislator petahana paling banyak dengan 73 legislator.

Posisi PDIP disusul oleh Gerindra dengan 47 legislator petahana, Golkar (46), PKB (34), Demokrat (32), PKS (30), PAN (29), Nasdem (19) dan PPP (11).

Lucius menilai banyak petahana yang terpilih kembali di DPR membuktikan bahwa kerja politik di daerah pemilihannya masing-masing berjalan efektif. Di sisi lain, ia mengkritik hal tersebut menandakan bahwa parpol belum mampu menyediakan kader baru di DPR yang memiliki semangat kerja terbaik untuk kepentingan rakyat.

"Dalam periode DPR 2014-2019 juga banyak kader yang terbukti kinerjanya buruk dan setelah dicalonkan kembali justru terpilih. Dengan demikian parpol masih punya tugas berat untuk mengontrol kader-kader dalam melaksanakan tupoksi DPR," kata dia.

[Gambas:Video CNN]


(rzr/wis)