NasDem: 10 Capim KPK Tak Ada yang Pernah Langgar Etik

CNN Indonesia | Jumat, 06/09/2019 04:15 WIB
NasDem: 10 Capim KPK Tak Ada yang Pernah Langgar Etik Fraksi NasDem di Komisi III menyebut 10 nama capim KPK tidak memiliki catatan pelanggaran etik. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi III DPR Fraksi NasDem, Taufiqulhadi menegaskan 10 Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) tak ada yang memiliki rekam jejak pelanggaran etik.

Hal itu ia sampaikan untuk merespon Koalisi Masyarakat Sipil yang menyoroti Kapolda Sumsel Irjen Firli yang diduga melakukan pertemuan dengan salah seorang kepala daerah yang sedang diperiksa oleh KPK dalam sebuah kasus dugaan korupsi.

"Nggak ada, sepengetahuan kami tidak ada [yang punya rekam jejak pelanggaran etik]. Kalau ada itu sudah ada sudah muncul. Jadi tidak boleh kita menduga-duga, berprasangka buruk terhadap orang," kata Taufiqulhadi di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9).


Lebih lanjut, Taufiqulhadi menyarankan agar masyarakat mengedepankan asas praduga tak bersalah pada seluruh calon pimpinan KPK. Ia turut mengatakan pihaknya hanya ingin mendebatkan hal subtansial dan tak ingin dilibatkan pada persoalan yang sifatnya subjektif.

"Kami percaya kepada Pansel. Kalau dalam pelanggaran etik ada pansel itu sudah menghentikan. Ya kan? 10 orang ini pasti orang yang terbaik," kata dia
Selain itu, Taufiqulhadi menegaskan NasDem telah menyetujui seluruh Capim KPK yang kini tengah menunggu proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di DPR.

Ia turut berharap agar masyarakat mau menyerahkan masukan sebelum digelarnya uji kelayakan dalam waktu dekat oleh DPR.

"Ya kami tanyakan hal [tentang dugaan pelanggaran etik] tersebut. Jadi bukan kami tanyakan Anda dituduh melakukan pelanggaran lalu lintas, benar nggak? Misalnya begitu. Ya kan," kata dia.
Sebelumnya, DPR telah menerima 10 nama capim KPK dari Presiden Jokowi. Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengatakan 10 nama capim KPK itu diterima pihaknya pada siang hari ini, Rabu (4/9).

Sepuluh nama itu lolos dari tahap sebelumnya adan akan mengikuti fit and proper test di Komisi III DPR dalam waktu dekat.

[Gambas:Video CNN] (rzr/osc)