Polisi Akan Selidiki Laporan Terhadap Sri Bintang Pamungkas

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 21:13 WIB
Polisi Akan Selidiki Laporan Terhadap Sri Bintang Pamungkas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (CNN Indonesia/ Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi bakal menyelidiki laporan yang dibuat oleh Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) terhadap aktivis Sri Bintang Pamungkas.

Laporan itu dibuat terkait pernyataan Sri Bintang yang mengajak menggagalkan pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.
"Pada prinsipnya laporan yang masuk ke kita ya kita selidiki, kita pelajari dulu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis (5/9).

Argo menuturkan jika ditemukan unsur pidana dalam kasus itu, penyidik bakal meningkatkan kasus itu ke proses selanjutnya. Jika tidak ditemukan unsur pidana, laporan itu bakal dihentikan.


"Jika kasusnya ada unsur pidana kita lakukan penyidikan, jika tidak ya tidak kita teruskan," ujarnya.
Lebih lanjut, disampaikan Argo, penyidik bakal memanggil pihak pelapor, terlapor, hingga saksi. Pemanggilan itu, lanjutnya, dalam rangka meminta klarifikasi atas laporan itu.

Namun, untuk waktu pemanggilannya, Argo mengaku belum mengetahuinya.

"Soal pemanggilan saksinya kapan biar penyidik yang atur waktunya, sekarang belum ya, kan laporannya baru masuk," tutur dia.
Sebelumnya, Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) melaporkan aktivis Sri Bintang Pamungkas ke Polda Metro Jaya lantaran menyampaikan ajakan untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih di media sosial.

"PITI keberatan atas pernyataan video yang beredar di YouTube di mana bahwa Sri Bintang Pamungkas mengajak rakyat Indonesia untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden Jokowi-[Ma'ruf Amin] pada tanggal 20 Oktober 2019," kata Ketua Umum PITI Ipong Hembing Putra di Molda Metro Jaya, Rabu (4/9).

Menurut Ipong, pernyataan Sri Bintang itu pertama kali ia ketahui dari video di YouTube pada 31 Agustus lalu. Dalam laporan tersebut, Ipong turut menyertakan barang bukti berupa video yang diambil dari sebuah akun Youtube.

[Gambas:Video CNN] (dis/arh)