Pengurus FPI Sambangi Mabes Polri Pertanyakan Laporan Mandek

CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 19:31 WIB
Pengurus FPI Sambangi Mabes Polri Pertanyakan Laporan Mandek Pengurus FPI Damai Hari Lubis menyambangi Mabes Polri. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Front Pembela Islam (FPI) menyambangi Mabes Polri, Jakarta Selatan, untuk bertemu dengan Humas Polri Irjen M Iqbal guna mempertanyakan sejumlah laporan yang pernah mereka laporkan tapi tidak ada kelanjutannya hingga sekarang atau mandek.

Pengurus FPI yang hadir diantaranya adalah Slamet Maarif dan Maman Suryadi. Selain itu ada juga Koordinator Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis. Namun mereka tidak bertemu dengan Iqbal lantaran yang bersangkutan tidak ada di tempat. Pertemuan itu pun akhirnya diwakilkan. 

Saat ditanya tujuan kedatangannya, Slamet menyerahkannya kepada Lubis untuk menyampaikan agenda pertemuan tersebut.


Lubis yang juga menjabat sebagai Ketua Korlabi mengatakan ingin mempertanyakan kelanjutan dari laporan-laporan yang pernah mereka lakukan. 
Salah satunya adalah lima laporan polisi terhadap Ade Armando yang hingga kini diduga tidak diproses. 

"Kita menyampaikan tentang hal-hal semuanya kita sampaikan tadi bahwa kami aktivis yang berada di Ijtimak Ulama, kami ada melaporkan itu soal Ade Armando," katanya, Jumat (13/9).

Menurutnya setidaknya, ada lima laporan yang mandek, bahkan ada satu laporan yang sudah SP3.

Lubis juga menyinggung pemanggilan yang dilakukan kepada Ketua Umum FPI Sobri Lubis oleh Polda Metro Jaya. Sobri dipanggil untuk menjadi saksi Eggi Sudjana. 

Menurut Lubis, pemanggilan kepada Sobri untuk saksi Eggi begitu cepat dilakukan.

"Di media ada salah satu Kombes petinggi Polda Metro menyatakan terkait dengan peristiwanya Eggi Sudjana, 17 April di Kartanegara," katanya.
Namun, kata Lubis, Sobri berhalangan hadir karena berada di Aceh. "Artinya sampaikan bahwa ini ada agenda lebih dulu daripada pemanggilan. Sehingga tidak dinyatakan sebagai pembangkangan terhadap panggilan polisi," katanya. 

Lubis pun meminta supaya Polri berlaku adil pada pengusutan laporan-laporan itu. 

"Tuntutan keadilan bagaimana sama jangan sampai ada pihak merasa dikriminalisasi, karena terbukti perjalanan ini," tuturnya. 

Sementara itu sekitar 50 orang berpakaian serba putih dengan lambang FPI melakukan aksi demonstrasi di depan Museum Polri. Mereka meminta supaya polisi tidak melakukan kriminalisasi terhadap Sobri.
[Gambas:Video CNN] (gst/ugo)