Warga Kalideres Merasa Terganggu Sisa Sampah Pencari Suaka

CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 05:17 WIB
Warga Kalideres Merasa Terganggu Sisa Sampah Pencari Suaka Suasana tempat tinggal para pencari suaka dari Afghanistan di Eks. Kodim Kalideres, Jakarta Barat. (CNN Indonesia/Daniela Dinda).
Jakarta, CNN Indonesia -- Para warga sekitar merasa terganggu dengan sisa sampah di sekitar Gedung eks Kodim yang menjadi tempat penampungan pencari suaka di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat. Salah satunya Sekolah Dian Harapan yang berada persis di sebelah tempat penampungan, yang terganggu dengan bau tak sedap akibat sampah-sampah yang berserakan di sana.

Koordinator orang tua siswa Sekolah Dian Harapan, Sayuri sampah-sampah yang ditinggal begitu saja oleh para pencari suaka dikhawatirkan dapat membawa wabah penyakit bagi warga sekitar.

Untuk menanggulangi hal ini puluhan orang tua murid akhirnya menggelar kerja bakti di lokasi tersebut.


"Nah hari ini, kita melakukan kegiatan bersih-bersih supaya nggak bau. Karena anak-anak kan setiap hari lewat sini, jadi jalan ini kita bersihkan supaya tidak ada penyakit," kata Sayuri, Senin (16/9).
Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan di sepanjang trotoar dan selokan di sekitar gedung, serta di halaman gedung tempat penampungan. Kerja bakti dilakukan bersama PPSU Kelurahan Kalideres dan anggota Tagana.

Selain mengumpulkan sampah yang berserakan, juga dilakukan fogging di gedung tersebut agar menghindari wabah penyakit.

Mewakili orang tua murid lainnya, Sayuri meminta pemerintah memberi perhatian terhadap kasus pencari suaka agar tak mengganggu warga sekitar.

"Kita berharap pemerintah bisa lebih mengerti lah, karena ini sampingnya sekolah dan ini sangat mengganggu," tuturnya.
Pendapat serupa juga dilontarkan oleh salah satu warga di sekitar tempat penampungan. Ia menyatakan sempat terganggu dengan gaya hidup pencari suaka yang dianggap jorok.

"Sejak ada pengungsi memang membuat kami tidak nyaman. Kami minta tolong pemerintah dan UNHCR bertanggung jawab atas hal ini," tutur Nana, salah satu warga di sekitar gedung penampungan suaka.

Nana mengaku sudah beberapa kali mengeluhkan hal ini. Ia mengatakan keberadaan pencari suaka membuat lingkungan sekitar menjadi kumuh.

Tak cuma itu konflik dengan sesama pencari suaka juga kerap terjadi ketika mereka mengungsi di sana dan membuat ketidaknyamanan bagi warga sekitar.

[Gambas:Video CNN] (fey/osc)