FOTO: Aksi Mahasiswa Geruduk DPR Tolak RUU KPK dan RKUHP

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Kamis, 19/09/2019 21:48 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan mahasiswa yang berdemonstrasi menolak RUU KPK dan RKUHP di depan Gedung DPR menyatakan mosi tidak percaya kepada wakil rakyat periode 2014-2019.

Mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia berkumpul di depan Gedung DPR menggelar unjuk rasa menolak Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) dan revisi Undang Undang KPK, Kamis (19/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Para mahasiswa berkumpul sejak pukul 13.00 WIB di depan Gedung DPR. Beragam spanduk berisi penolakan terhadap RKUHP dan RUU KPK. Saat ini RKUHP sudah melewati keputusan tingkat I. Sementara Revisi UU KPK sudah disahkan DPR pada 17 September lalu.  (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Para mahasiswa menganggap regulasi yang disahkan tidak berpihak kepentingan rakyat dan menyatakan reformasi sedang dikorupsi. Mereka memukul-pukul dan mendorong pagar Gedung DPR agar diizinkan masuk bertemu anggota dewan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Secara bergantian, perwakilan mahasiswa dari Universitas Indraprasta, Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Institut Teknologi Bandung, Universitas Paramidana, dan Universitas Moestopo berorasi mengkritik sikap DPR dan pemerintah terhadap dua produk legislasi itu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Dalam orasinya ada yang menyatakan Revisi UU KPK yang telah disahkan menjadi UU memiliki cacat formil, karena tidak dimasukkan dalam daftar Prolegnas DPR periode 2014-2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Para mahasiswa juga menyatakan mosi tidak percaya terhadap DPR dan pemerintah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Aksi demo ini menghasilkan sejumlah kesepakatan. Salah satunya adalah kesediaan DPR menerima elemen sipil seperti dosen dan mahasiswa untuk membahas lebih lanjut soal RUU KPK dan RKUHP. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Demonstrasi mahasiswa berlangsung hingga malam hari. Demo ini berimbas pada arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, depan Gedung DPR. Jalan macet karena tertutup massa aksi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)