Lokasi Jatuh Pesawat di Papua Diketahui, Tiga Heli Dikerahkan

Antara, CNN Indonesia | Senin, 23/09/2019 01:07 WIB
Lokasi Jatuh Pesawat di Papua Diketahui, Tiga Heli Dikerahkan Ilustrasi pesawat twin otter. (Bill Abbott/Flickr)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serpihan pesawat Twin Otter yang hilang kontak saat mengangkut beras Bulog dari Timika ke Ilaga, Papua, terdeteksi berada di Distrik Hoeya. Tiga unit helikopter pun dikerahkan untuk mengangkut para korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika Monce Brury mengatakan serpihan badan pesawat tersebut diketahui berada pada koordinat 4 derajat 7 menit 27,11 Lintang Selatan dan 137 derajat 29 menit 18,39 Bujur Timur.

"Jarak dari lokasi tersebut ke Timika diperkirakan 44 nautikal mil pada radial 58 derajat dari Timika," kata Monce, Minggu (22/9) dikutip dari Antara.

Soal kondisi tiga kru dan seorang penumpang pesawat itu, Komandan Pangkalan TNI AU Yohanes Kapiyau Timika, Letkol Penerbang Sugeng Sugiharto, belum bisa memastikan kondisinya.

"Kami belum tahu, yang jelas sesuai pengamatan visual yang dilakukan melalui udara yang kami lihat hanya serpihan besar bagian pesawat saja," ujarnya.

Pesawat pengangkut beras itu berangkat dari Bandara Mozes Kilangin di Tembagapura, Timika, untuk menuju Ilaga, Papua.Pesawat pengangkut beras itu berangkat dari Bandara Mozes Kilangin di Tembagapura, Timika, untuk menuju Ilaga, Papua. (Dok. Wikipedia/22Kartika)
Sebelumnya, pesawat Twin Otter DHC6-400 dengan nomor registrasi PK-CDC milik PT Carpediem Air hilang kontak dalam penerbangan dari Timika menuju Ilaga pada Rabu (18/9) sekitar pukul 10.56 WIT.

Pesawat yang mengangkut beras dengan kapasitas 1.700 kilogram milik Perum Bulog itu dikemudikan Kapten Pilot Dasep Ishak dengan Co-pilot Yudra Tetuko dan mekanik Ujang Suhendar serta seorang penumpang yaitu Bharada Hadi Utomo, anggota Brimob yang bertugas di Ilaga.

Sugeng melanjutkan bahwa posko utama operasi SAR di Bandara Mozes Kilangin Timika akan mengerahkan tiga unit helikopter untuk mengangkut para korban kecelakaan dari lokasi di Distrik Hoeya ke Timika pada Senin (23/9).

Tiga helikopter itu adalah helikopter milik PT Intan jenis SA 315 Bolt Lama yang akan diberangkatkan dari Ilaga, Kabupaten Puncak, serta dua helikopter Polri yang akan diberangkatkan dari Bandara Timika.

Selain itu, operasi SAR tersebut akan didukung oleh pesawat CN 235 TNI AU untuk memantau kondisi cuaca di lokasi kecelakaan .

"Mengingat lokasi kecelakaan pesawat PK-CDC berada pada elevasi 13.453 kaki atau sekitar 3.900 meter di atas permukaan laut, maka mulai pukul 05.30 WIT semua gerakan akan kita laksanakan secepat mungkin," tuturnya,

Ilustrasi Brimob Polri. Salah satu penumpang pesawat twin otter itu merupakan anggota Brimob.Ilustrasi Brimob Polri. Salah satu penumpang pesawat twin otter itu merupakan anggota Brimob. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
"Diasumsikan semua gerakan ini akan memakan waktu tidak lebih dari dua jam mengingat pertumbuhan awan di daerah tersebut sangat cepat," jelas Sugeng.

Helikopter SA 315 Bolt Lama akan berangkat dari Bandara Ilaga dengan membawa empat personel Basarnas Timika. Waktu tempuh perjalanan helikopter tersebut menuju lokasi diperkirakan sekitar 15 menit dengan dua kali penerbangan.

Selanjutnya, helikopter tersebut akan menunggu di Kampung Mamontoga, kampung terdekat dari lokasi kecelakaan.

Adapun, kata Sugeng, empat personel Basarnas Timika akan mengumpulkan barang-barang, serpihan maupun para korban untuk diangkut ke Kampung Mamontoga.

Penerbangan helikopter dari lokasi kecelakaan pesawat ke Kampung Mamontoga hanya sekitar lima menit.

Setelah semua terkumpul di Mamontoga, Sugeng menyebut personel SAR Brimob Mabes Polri dengan menggunakan dua unit helikopter Polri akan mengangkut barang-barang, serpihan dan para korban menuju ke Bandara Timika.

[Gambas:Video CNN]


(arh)