Penyebab Jatuh Lion Air JT610, KNKT Minta Tunggu Hasil Akhir

CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 08:19 WIB
Penyebab Jatuh Lion Air JT610, KNKT Minta Tunggu Hasil Akhir Ketua Komite Nasional Keselamatan Trasportasi, Soerjanto Tjahjono. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan tidak mengetahui informasi yang dimuat oleh media berbasis di New York, Amerika Serikat, The Wall Street Journal (WSJ) tentang penyebab jatuh pesawat Lion Air JT610 Boeing 737 Max 8 di Laut Jawa pada Oktober 2018 lalu.

Wall Street melaporkan bahwa penyelidik Indonesia mendaftarkan sekitar 100 faktor penyebab kecelakaan. Salah satu penyebab pesawat jatuh karena kesalahan desain pesawat.

Selain itu, pengawasan pesawat turut berkontribusi pada kecelakaan yang menewaskan 189 penumpang serta awak. Penyebab lain adalah kesalahan pilot dan masalah pemeliharaan. 


Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengaku dihubungi oleh Wall Street, tetapi dia memilih untuk tidak berkomentar terkait temuan tersebut. Saat dihubungi, Soerjanto meminta kepada Wall Street untuk menunggu hasil akhir laporan.

"Saya juga enggak tahu dari mana, dia (Wall Street) hubungi saya, apa pernyataan ini benar. Saya bilang tunggu saja final report-nya, saya tidak tahu," ujar Soerjanto saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Proses penyelidikan penyebab pesawat Lion Air JT610 jatuh, sudah memasuki tahap akhir. KNKT sudah menyerahkan draf final hasil penyelidikan kepada para pihak-pihak terkait.

Selanjutnya, kata Soerjanto, KNKT akan membahas komentar-komentar yang diberikan oleh pihak terkait atas draf final tersebut. Namun dia belum dapat merinci komentar apa saja yang sudah diterima.

"Draf final kan sudah kita bagikan kepada para stakeholder, ada sebagian stakeholder sudah berikan komentarnya ke kami, kami bahas komentarnya itu apakah kita terima atau tidak, sekarang lagi bahas itu," tuturnya.

Tjahjono mengatakan pengumuman soal hasil laporan akan dilakukan antara akhir Oktober atau awal November. 

Dikutip dari AFP, laporan hasil penyelidikan telah diserahkan ke badan penerbangan sipil Amerika Serikat (FAA) dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), namun tim penyelidik Indonesia masih dapat mengubah hasil temuan itu.

Para pejabat AS dijadwalkan mengunjungi Indonesia pada akhir September untuk membahas laporan tersebut, dan akan dirilis secara resmi pada awal November.

[Gambas:Video CNN] (gst/wis)