Ma'ruf Wakili MUI Terima Bantuan untuk Gempa Palu

CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 03:14 WIB
Ma'ruf Wakili MUI Terima Bantuan untuk Gempa Palu Kondisi pemulihan pascagempa Palu. (Foto: CNN Indonesia/ Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif Ma'ruf Amin menerima bantuan dari pemerintah Taiwan sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan masjid Al Markas Al Islami yang juga menjadi Islamic Center di Kabupaten Sigi, Palu, Sulawesi Tengah.

Bantuan ini merupakan tahap kedua yang menjadi bagian dari penanganan pascagempa dan tsunami yang terjadi di Palu pada 2018 lalu. Pada tahap pertama, MUI telah menerima bantuan senilai Rp7,5 miliar.

"Saya ucapkan terima kasih kepada delegasi Taiwan Mr. John Chen, yang hari ini menyerahkan bantuan tambahan sebesar Rp5 miliar," ujar Ma'ruf di kantor MUI, Jakarta, Selasa (19/11).


Ma'ruf menuturkan, bantuan kedua ini akhirnya diberikan setelah dirinya menagih sejak peletakan batu pertama pembangunan masjid sejak tahun 2018. Bantuan nantinya akan langsung disalurkan melalui perwakilan MUI di daerah.

"Saat itu saya bilang dana tidak cukup, karena itu perlu ada tahap kedua. Terus sambil ketawa (delegasi Taiwan) manggut 'iya' akan ada bantuan kedua," katanya.

Sejak menjadi wakil presiden, lanjut Ma'ruf, dirinya juga ditugaskan terkait penanganan dan rekonstruksi pascabencana. Ia mengatakan, proses rekonstruksi gempa Palu memang cukup lama karena warga harus direlokasi. Terlebih ada kawasan yang termasuk jalur merah sehingga tak boleh lagi dihuni.

Sementara itu Kepala Perwakilan Taipei Economic and Trade Office (TETO) John Chen mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan dana dari pemerintah dan masyarakat Taiwan.

Ia berharap bantuan ini dapat mempererat hubungan dengan pemerintah Indonesia dan membuat masyarakat muslim makin maju dan berkembang.

"Kami juga percaya pembangunan masjid ini dapat membantu kehidupan masyarakat Palu menjadi baik kembali," tutur John.

Pembangunan Islamic Center ini ditargetkan selesai pada Januari 2020. Nantinya di kawasan tersebut juga akan dibangun sekolah TK dan SD serta aula untuk pendidikan dan pelatihan bagi instansi pemerintah, ormas Islam, hingga perumahan bagi guru dan ulama.
(pris)