Pernyataan Mahendra ini berbeda dari keterangan dalam dokumen KUA-PPAS 2020 yang diterima CNNIndonesia.com, bahwa tercatat anggaran TGUPP sebesar Rp26.572.982.000. Anggaran itu masuk ke dalam mata anggaran Bappeda.
"Anggaran untuk TGUPP 2020 itu Rp21 miliar," kata Mahendra kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika anggaran TGUPP 2020 ditetapkan sebanyak Rp21 miliar, maka terjadi kenaikan sekitar Rp2 miliar dari tahun 2019 yang sebesar Rp19 miliar. Mahendra menyebut kenaikan anggaran dari tahun lalu dilakukan karena ada penyesuaian di sumber daya manusia TGUPP.
[Gambas:Video CNN]
Sebagai informasi, sejak tahun lalu anggaran TGUPP banyak menuai kritik dari banyak pihak, tak terkecuali DPRD DKI 2014-2019. Eks anggota dewan, Bestari Barus menganggap keberadaan TGUPP tak sejalan dengan besarnya anggaran yang dikucurkan.
Bestari tak menolak keberadaan TGUPP, namun dia melihat kinerja tim pembantu Anies tersebut tak terlihat selama kurun waktu satu tahun setelah menjabat. Karena itu ia mengusulkan anggaran TGUPP digabung ke pos operasional gubernur.
Diketahui pembahasan KUA-PPAS bukanlah pembahasan final dari APBD DKI Jakarta 2020. KUA-PPAS nantinya akan dibahas kembali di Komisi DPRD DKI sebelum disahkan menjadi APBD 2020. (ctr/osc)