Anies Batal ke Denmark karena Anggap Jakarta Belum Kondusif

CNN Indonesia | Kamis, 03/10/2019 14:11 WIB
Anies Batal ke Denmark karena Anggap Jakarta Belum Kondusif Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut situasi Jakarta yang belum baik jadi alasan dirinya membatalkan kunjungan kerja ke Denmark. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatalkan perjalanan ke Copenhagen, Denmark. Ia seharusnya terbang untuk menghadiri acara C40 World Mayors Summit akan diselenggarakan di Copenhagen, Denmark, pada 10-11 Oktober 2019.

Menurut Anies, situasi Jakarta yang belum stabil mengharuskan dirinya membatalkan perjalanan tersebut.

"Tetapi melihat perkembangan beberapa hari ini, di mana situasi keamanan dan ketertiban masih belum sepenuhnya baik (stabil), maka saya putuskan untuk tidak berangkat dan tetap berada di Jakarta," kata Anies di DPRD DKI Jakarta, Kamis (3/10).


Anies menjelaskan acara ini sedianya ia berbicara tentang masalah lingkungan di DKI Jakarta. Di acara ini juga Anies menyebut DKI berkesempatan menegaskan komitmen DKI Jakarta dalam mitigasi perubahan iklim.
"Jakarta perlu hadir untuk menyampaikan program-program yang kita lakukan sebagai bagian dari masyarakat dunia. Dunia melihat kepada kita, ada melihat masalah tentang lingkungan, kualitas udara," ujar Anies.

Dalam acara ini diketahui Anies akan menjadi pembicara pada sesi sharing khusus untuk para pemimpin kota. Kemudian akan ada sesi deklarasi Clean Air Cities Declaration bersama wali kota Paris, Los Angeles, Bercelona, Copenhagen, Delhi, dan Portland.

Tak hanya Anies, acara ini diikuti oleh 19 kepala daerah lainnya dan melakukan diskusi terbatas dengan Al Gore, mantan Wakil Presiden AS. Terakhir dalam agenda ini Anies dijadwalkan melakukan beberapa bilateral meeting dengan pemimpin kota.
[Gambas:Video CNN]
Sebelum ke Copenhagen, Anies sempat mendapat sorotan karena melakukan perjalanan dinas ke sejumlah negara. Adapun negara yang baru-baru ini ia kunjungi adalah Kolumbia dan New York. Anies berada di dua negara itu selama 10 hari.

Menurut Anies kunjungan kerjanya ke luar negeri masih dalam tahap normal. Setiap pertemuan yang ia datangi, kata Anies, menyangkut jabatannya sebagai pemimpin daerah.

"Kalau saat ini orang tidak tahu, pergi ke luar negeri itu apa jalan-jalan, studi banding, atau berbicara. Kalau saya pergi saya pasti berbicara pasti kegiatan resmi dengan pemerintah di sana," katanya.
(ctr/ain)