Hujan Interupsi, Pemilihan Ketua MPR Diskors

CNN Indonesia | Kamis, 03/10/2019 20:39 WIB
Gerindra mengusulkan sidang diskors untuk lobi pemilihan Ketua MPR, namun usul itu ditolak Golkar yang mengajukan kadernya, Bambang Soesatyo memimpin MPR. Ilustrasi. (CNN Indonsia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sidang paripurna MPR yang mengagendakan pemilihan pimpinan dan Ketua MPR 2019-2024 diwarnai hujan interupsi. Fraksi Gerindra ingin ada lobi pimpinan MPR sebelum pemilihan Ketua MPR. 

Sebelumnya sidang paripurna telah berhasil memilih dan menetapkan 10 pimpinan MPR. Pimpinan MPR terpilih adalah Ahmad Basarah dari PDI Perjuangan, Bambang Soesatyo (Golkar), Ahmad Muzani (Gerindra), Lestari Moerdijat (NasDem).

Lalu Jazilul Fawaid (PKB), Syarief Hasan (Demokrat, Hidayat Nur Wahid (PKS), Zulkifli Hasan (PAN), Arsul Sani (PPP), dan Fadel Muhammad dari unsur DPD.


Setelah penetapan 10 pimpinan MPR, Ketua Sidang Abdul Wahab Dalimunthe melanjutkan agenda berikutnya, pemilihan Ketua MPR.

Pemilihan Ketua MPR telah mengerucut pada nama Bambang Soesatyo dari Golkar dan Ahmad Muzani dari Gerindra. Bamsoet, sapaan Bambang disebut mendapat dukungan delapan fraksi dan DPD. Sementara Muzani hanya didukung satu fraksi, yakni Gerindra.

Namun sebelum pemilihan dimulai, interupsi muncul bertubi-tubi.

Interupsi pertama dari Gerindra, lewat anggota fraksi Elnino M Husein Mohi. Kepada ketua sidang dia meminta ada skorsing, memberi waktu untuk menggelar rapat pimpinan atau lobi terkait pemilihan Ketua MPR. Gerindra ingin skorsing hingga pukul 21.00 WIB.

"Supaya ada kebersamaan bagi kita semua," kata dia. 

Gerindra jadi satu-satunya fraksi yang bersikukuh mencalonkan kadernya Ahmad Muzani sebagai Ketua MPR. Sementara delapan fraksi lain termasuk dari unsur DPD diklaim telah setuju mendukung Bamsoet dari Golkar. Tak ayal, usul Gerindra soal skorsing itu ditolak Golkar.

Anggota Fraksi Golkar Idris Laena beralasan dalam rapat gabungan sebelumnya telah ada delapan fraksi resmi mendukung Bambang Soesatyo menjadi Ketua MPR.

Dengan kata lain dari 10 unsur MPR, Bamsoet hampir bisa dipastikan menjadi Ketua MPR. Golkar pun menolak skorsing dan mengusulkan rapat dilanjutkan.

"Ditambah 136 anggota DPD yang berdasarkan kop surat dari DPD secara resmi kepada pimpinan. Tolong ini disampaikan ke seluruh anggota MPR agar dipahami," kata dia.

PDIP lewat Ahmad Basarah mendukung usul Gerindra. PDIP menyebut sebelum rapat dimulai, Ketua Fraksi Gerindra telah berkomitmen akan setuju pemilihan Ketua MPR dilakukan secara aklamasi.

Dari komitmen itu PDIP mengajak semua pihak memberikan waktu bagi Gerindra melakukan lobi hingga pukul 21.00 WIB.

"Sekarang hampir pukul 20.00 WIB, saya kira menunggu satu jam untuk sempurnanya demokrasi pancasila yang musyawarah mufakat itu bukan hal mahal sehingga Fraksi PDIP setuju dengan Gerindra agar sidang diskorsing untuk bulatkan demokrasi pancasila," kata dia.

Interupsi tak selesai. Fraksi PKS dan NasDem masih berbicara.

Anggota Fraksi PKS Tifatul Sembiring kemudian membuat pantun sebelum bicara.

"Banyak rumput di sekitar dahlia, tak usah ribut ini hanya soal dunia," kata Tifatul melantunkan pantun.

Selanjutnya Tifatul berkata bahwa PKS setuju skorsing untuk lobi. Tapi, karena Bamsoet sudah mendapat delapan dukungan dari fraksi, PKS minta skorsing tidak terlalu lama.

"Karena skornya sudah kelihatan. Kita ini kan bukan baru belajar berpolitik ini," ujar Tifatul.

Setelah hujan interupsi itu Ketua Sidang MPR Abdul Wahab memutuskan sidang diskorsing hingga pukul 20.50 WIB. (mts/wis)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK