Polisi Buru Penculik dan Penganiaya Ninoy Karundeng Saat Demo

CNN Indonesia | Jumat, 04/10/2019 02:24 WIB
Polisi Buru Penculik dan Penganiaya Ninoy Karundeng Saat Demo Seseorang bersiap melemparkan batu ke arah polisi di kawasan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/9/2019). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak kepolisian menyebut pelaku penculikan penggiat media sosial Ninoy Karundeng diduga berjumlah 20 hingga 30 orang.

Polda Metro Jaya telah meringkus dua pelaku di antaranya. Mereka berinisial RF dan S. Hingga kini polisi masih memburu terduga pelaku lainnya.


"Ya, kita masih mengejar pelaku lainnya, banyak jumlahnya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto saat dikonfirmasi pada Kamis (3/10).

Penangkapan terhadap dua pelaku penganiayaan tersebut diamankan pada Rabu malam setelah polisi mendapat laporan dari Ninoy.

Ninoy mengaku dianiaya di tengah demo di wilayah Gedung DPR/MPR pada 30 September lalu.


"Ninoy Karundeng memang kemarin ada laporan ke PMJ. Melaporkan dikeroyok dianiaya," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya.


Berdasarkan laporan Ninoy, dirinya dianiaya pelaku ketika sedang melintas menggunakan sepeda motor di wilayah Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat itu ia berhenti untuk mengambil gambar pendemo yang tengah mengangkut rekannya yang terkena gas air mata dengan telepon genggamnya.

Namun menyadari hal tersebut, para pedemo itu langsung mendekati Ninoy dan merampas telepon genggamnya. Ia kemudian diseret dan dikeroyok setelah pedemo tersebut melihat sejumlah tulisan Ninoy, dan baru dipulangkan dua hari setelahnya.

Ninoy lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya.


[Gambas:Video CNN] (fey/pmg)