Tolak Jamuan Makan, Mahasiswa Batal Dialog dengan Khofifah

CNN Indonesia | Selasa, 08/10/2019 21:57 WIB
Tolak Jamuan Makan, Mahasiswa Batal Dialog dengan Khofifah Mahasiswa batal berdialog dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (CNN Indonesia/Farid Miftah)
Surabaya, CNN Indonesia -- Rencana silaturahmi antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dengan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Surabaya, sempat ricuh. Hal itu terjadi bahkan sebelum Khofifah tiba dilokasi.

Insiden itu dipicu lantaran para mahasiswa menolak jamuan makan dan minum yang disediakan panitia acara, di halaman belakang Gedung Negara Grahadi, Selasa (8/10) malam.

Mulanya situasi terpantau tenang. Mahasiswa pun menunggu kedatangan Khofifah. Namun, salah seorang mahasiswa tiba-tiba berteriak melalui mikrofon.


"Rekan rekan mahasiswa jangan makan, jangan minum, apapun itu, kita di sini bukan mau makan makan, tapi mau audiensi," kata salah satu perwakilan mahasiswa, Zamzam Syahara.

Padahal di lokasi telah hadir Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Luki Hermawan, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjend TNI R Wisnoe Prasetja Boedi, dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho.

[Gambas:Video CNN]
Usai teriakan tersebut, mahasiswa dan tamu yang hadir tiba-tiba berkerumun. Pihak Pemprov Jatim kemudian meminta mahasiswa dan tamu untuk melakukan mediasi, di ruangan terpisah.

Namun audiensi pun berjalan alot. Mahasiswa tetap menyampaikan bahwa pihaknya menolak jamuan makan malam dan minum. Mereka hanya meminta Khofifah menemui mereka dan melakukan audiensi.

Zamzam yang juga koordinator aksi #SurabayaMenggugat ini mengatakan bahwa penolakan jamuan tersebut adalah bentuk solidaritas pihaknya terhadap kawan-kawan mahasiswa lainnya yang tetap melakukan perjuangan.

"Saya meminta maaf, teman-teman tidak makan, tidak minum, karena masih banyak kawan di luar yang tidak makan. Kami ingin kita sama-sama merasakan. Kita tunggu Bu Khofifah, bapak Kapolda, bapak Pangdam datang," ucap Zamzam.

Pernyataan Zamzam tersebut ternyata mendapatkan penolakan oleh Dosen Univeristas Airlangga, Airlangga Pribadi, yang mencoba menengahi ketegangan antara mahasiswa dan pihak pemprov. Airlangga bahkan mengaku kecewa kepada sikap mahasiswa.

"Yang rusak forum ini dari awal lebih baik, kalian sendiri. Kalian tidak pernah menunjukkan komitmen apa-apa kepada kami. Kalau dari awal kalian enggak mau makan dan minum saya sampaikan [ke gubenur]. Bahwa ini hanya proses dialog," kata dia.


(frd/arh)