Insiden itu dipicu lantaran para mahasiswa menolak jamuan makan dan minum yang disediakan panitia acara, di halaman belakang Gedung Negara Grahadi, Selasa (8/10) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal di lokasi telah hadir Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Luki Hermawan, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjend TNI R Wisnoe Prasetja Boedi, dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho.
Usai teriakan tersebut, mahasiswa dan tamu yang hadir tiba-tiba berkerumun. Pihak Pemprov Jatim kemudian meminta mahasiswa dan tamu untuk melakukan mediasi, di ruangan terpisah.
Namun audiensi pun berjalan alot. Mahasiswa tetap menyampaikan bahwa pihaknya menolak jamuan makan malam dan minum. Mereka hanya meminta Khofifah menemui mereka dan melakukan audiensi.
Zamzam yang juga koordinator aksi #SurabayaMenggugat ini mengatakan bahwa penolakan jamuan tersebut adalah bentuk solidaritas pihaknya terhadap kawan-kawan mahasiswa lainnya yang tetap melakukan perjuangan.
Pernyataan Zamzam tersebut ternyata mendapatkan penolakan oleh Dosen Univeristas Airlangga, Airlangga Pribadi, yang mencoba menengahi ketegangan antara mahasiswa dan pihak pemprov. Airlangga bahkan mengaku kecewa kepada sikap mahasiswa.
"Yang rusak forum ini dari awal lebih baik, kalian sendiri. Kalian tidak pernah menunjukkan komitmen apa-apa kepada kami. Kalau dari awal kalian enggak mau makan dan minum saya sampaikan [ke gubenur]. Bahwa ini hanya proses dialog," kata dia.
(frd/arh)